Jumat, 11 Maret 2011

Manajemen Pemasaran


PEMASARAN DALAM ABAD KE 21
Sebuah buku baru-baru ini Radical Marketing memuji perusahaan seperti Harley Davidson, Virgin Atlantic Airways, dan Boston Beer karena berhasil merombak semua aturan pemasaran. Bukannya meminta pihak lain untuk melaksanakan riset pemasaran yang mahal, mengeluarkan sejumlah besar uang untuk iklan massal, dan mengoperasikan departemen pemasaran yang besar, perusahaan tersebut memanfaatkan sepenuhnya sumber daya mereka yang terbatas, berdampingan dengan pelanggannya, dan menciptakan solusi yang memuaskan bagi kebutuhan pelanggannya.
Kita dapat membedakan tiga tahap yang mungkin dilewati oleh praktek pemasaran:

1. Pemasaran Enterpreneural, kebanyakan perusahaan dimulai oleh individu- individu yang hidup dengan kebijaksanaan mereka. Mereka memvisualisasikan sebuah peluang dan mengetuk setiap pintu untuk mendapatkan perhatian. Adalah seorang Jim Koch, pendiri Boston Beer dengan birnya yang bermerk Samuel Adams mendatangi setiap bar untuk membujuk agar bar itu mau memasukkan Samuel Adams ke dalam daftar menu mereka. Pemasaran langsung ini dilakukan selama 10 tahun, karena ia tidak memiliki anggaran periklanan. Sekarang ia sudah menjadi leader di bisnis ini.

2. Pemasaran yang terumuskan, ketika perusahaan kecil mencapai kesuksesan, mereka tidak bisa tidak harus beralih ke arah pemasaran yang lebih terumus. Boston Beer baru-baru ini mengeluarkan uang sebesar $15 juta untuk belanja iklannya. Perusahaan itu juga mempekerjakan 175 tenaga penjual dan memiliki sebuah departemen pemasaran yang biasa melakukan riset pemasaran.
 
3. Pemasaran Interpreneurial, banyak perusahaan besar yang terjebak dalam pemasaran yang terumuskan. Perusahaan-perusahaan itu tidak lagi mempunyai kreativitas dan kegairahan seperti lazim dimiliki oleh para pemasar gerilya tahap pertama atau tahap enterpreneural.


LINGKUP PEMASARAN
Pemasaran umumnya dipandang sebagai tugas untuk menciptakan, memperkenalkan, dan menyerahkan barang dan jasa kepada konsumen. Sesungguhnya, pemasar melakukan pemasaran dari 10 jenis wujud yang berbeda: barang, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan gagasan.
Barang
Barang-barang fisik merupakan bagian yang terbesar dari produksi dan usaha pemasaran kebanyakan negara. Dinegara-negara berkembang barang-barang terutama bahan makanan, komoditas, pakaian, dan perumahan merupakan bagian yang paling penting dalam keberhasilan ekonomi.
Jasa
Ketika perekonomian semakin maju, semakin meningkat proporsi kegiatan mereka yang difokuskan pada produksi jasa. Jasa mencakup hasil kerja penyewaan mobil, psikiater tenaga profesional yang bekerja dalam sebuah perusahaan.
Pengalaman
Dengan merangkai-rangkaikan beberapa jasa dan barang, seseorang dapat menciptakan, mempergelarkan dan memasarkan pengalaman. Walt Disney World’s Magic Kingdom adalah suatu pengalaman, yaitu pengalaman untuk mengunjungi kerajaan dongeng, kapal bajak laut, atau rumah hantu.
Perisitiwa
Pemasar mempromosikan peristiwa-peristiwa yang terkait dengan waktu sejarah, seperti olimpiade, peristiwa olahraga, pementasan seni dan lain-lain

Orang
Pemasaran selebriti telah menjadi bisnis penting. Bertahun-tahun yang lalu, seseorang yang mencari popularitas akan menyewa agen pers untuk memuat riwayatnya disurat kabar dan majalah.

Tempat
Tempat seperti kota, negara bagian, dan bangsa secara keseluruhan bersaing secara aktif untuk menarik para turis. Para pemasar tempat mencakup para spesialis pengembangan ekonomi, agen real estate, bank-bank komersial, asosiasi bisnis setempat, dan agen-agen kehumasan dan periklanan.

Properti
Properti adalah hak kepemilikan tak berwujud baik itu berupa benda nyata (real estate) atau finansial (saham dan obligasi). Properti itu diperjualbelikan, dan itu menyebabkan timbulnya upaya pemasaran.

Organisasi
Organisasi secara aktif bekerja untuk membangun citra yang kuat dan menyenangkan pikiran masyarakat publik mereka. Kita melihat iklan identitas badan usaha yang ditayangkan oleh perusahaan-per usahaan untuk mendapatkan lebih banyak pengakuan publik.

Informasi
Informasi dapat diproduksi dan dipasarkan sebagai sebuah produk. pada hakikatnya, informasi merupakan suatu yang diproduksi dan didistribusikan oleh sekolah dan universitas dengan harga tertentu kepada mahasiswa, orang tua dan masyarakat.

Gagasan
Setiap penawaran pasar mencakup inti dari suatu gagasan dasar. Charley Revlon dari Revlon mengamati: “di pabrik kami membuat kosmetik; di toko kami menjual harapan”.

PERLUASAN PANDANGAN MENGENAI TUGAS PEMASARAN
Para pemasar diberi keterampilan untuk merangsang permintaan akan produk-produk dari sebuah perusahaan. Akan tetapi, hal itu hanya merupakan pandangan yang terlalu sempit terhadap tugas yang dilakukan oleh seorang pemasar. Para manajer pemasaran berusaha untuk mempengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk mencapai sasaran organisasi.

KEPUTUSAN YANG DIAMBIL PEMASAR
Manajer pemasaran menghadapi keputusan-keputusan besar, mulai dari keputusan utama seperti ciri-ciri produk apa yang harus dirancang menjadi suatu produk baru, berapa banyak tenaga penjual yang harus dipekerjakan, atau berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk periklanan sampai kepada keputusan-keputusan kecil. Perhatikan empat pasar berikut:
Pasar Konsumen
Perusahaan yang menjual barang dan jasa konsumen massa menghabiskan sejumlah besar waktu mereka untuk mencoba membangun suatu citra merek yang unggul. Pembangunan citra itu menuntut didapatkannya suatu pengertian yang jelas tentang konsumen sasaran mereka, dan mengkomunikasikan positioning mereka secara gencar dan kreatif. Pemasar konsumen memutuskan tentang ciri, tingkat mutu, cakupan distribusi, dan pengeluaran biaya promosi yang akan membantu mereka mencapai posisi nomor satu atau nomor dua dipasar sasaran.
Pasar Bisnis
Perusahaan yang menjual barang dan jasa bisnis menghadapi para pembeli profesional yang terlatih dan terinformasi dengan baik dan yang terampil dalam menilai penawaran yang bersaing. Pemasar bisnis harus memperlihatkan bagaimana produk mereka akan membantu konsumen bisnisnya mencapai sasaran laba mereka. Periklanan cukup memegang peranan, tetapi peran yang lebih besar tetap dipegang oleh tenaga penjual, harga dan reputasi perusahaan dalam hal keandalan dan mutu.
Pasar Global
Perusahaan yang menjual barang dan jasa mereka dipasar global menghadapi keputusan dan tantangan tambahan. Mereka harus memutuskan negara mana yang harus dimasuki, bagaimana memasuki masing-masing negara, bagaimana menyesuaikan fitur produk dan jasa mereka ke masing-masing negara, bagaimana cara menetapkan harga produk mereka, dan bagaimana mengadaptasikan komunikasi mereka agar sesuai dengan praktek-praktek budaya masing-masing negara.
Pasar Nirlaba dan Pasar Pemerintah
Perusahaan
yang menjual barang dan jasa kepada organisasi nirlaba perlu menetapkan harga secara hati-hati karena organisasi-organisasi ini memiliki kekuatan membeli yang terbatas.


MENDEFINISIKAN PEMASARAN
Definisi pemasaran ada dua yaitu definisi sosial dan definisi manajerial. Definisi sosial menunjukkan peran yang dimainkan oleh pemasaran di masyarakat. Berikut ini definisi sosial dari pemasaran :
Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Untuk definisi manajerial Asosiasi Pemasaran Amerika menawarkan definisi sebagai berikut:
Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.
Kita melihat manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu untuk memilih pasar sasaran serta mendapatkan, menjaga, dan menambah jumlah pelanggan melalui penciptaan, penyerahaan dan pengkomunikasian nilai pelanggan yang unggul.

INTI KONSEP PEMASARAN
Pasar Sasaran dan Segmentasi
Seorang pemasar tidak bisa memuaskan setiap orang di pasar, maka pemasar memulai dengan segmentasi pasar. Mereka mengidentifikasi dan membedakan kelompok-kelompok pembeli yang mungkin lebih menyukai atau memerlukan berbagai produk dan baurang pemasaran.segmen pasar dapat diidentifikasi dengan memeriksa perbedaaan demografis, psikografis, dan perilaku di kalangan para pembeli.
Pemasar dan Prospek
Pemasar adalah seseorang yang mencari tanggapan (perhatian, pembelian, pemberian suara, sumbangan) dari pihak lain yang disebut prospek. Jika dua pihak itu saling berusaha untuk menjual sesuatu kepada pihak lain, kita menyebut keduanya pemasar (marketers).
Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan
Pemasar harus berupaya untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan menggambarkan tuntutan dasar manusia. Orang membutuhkan makanan, minuman dan lain-lain. Kebutuhan-kebutuhan itu menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran-sasaran spesifik yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan. Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang. Permintaan adalah keinginan akan produk-produk spesifik yang didukung oleh kemampuan untuk membayar.
Produk atau Tawaran
Produk adalah setiap tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan. Kita sudah menyebutkan sebelumnya jenis utama tawaran dasar: barang, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan gagasan.
Nilai dan Kepuasan
Produk atau tawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Pembeli memilih di antara beraneka ragam tawaran yang dianggap memberikan nilai yang paling banyak. Kita mendefinisikan nilai sebagai rasio antara apa yang didapatkan dan apa yang diberikan pelanggan.
Pertukaran dan Transaksi
Pertukaran hanyalah salah satu cara yang dapat dipakai seseorang untuk mendapatkan sebuah produk. Orang dapat menghasilkan sendiri produk dan jasa, orang dapat mencuri atau merampok dalam mendapat sebuah produk atau dengan jalan meminta-minta.
Pertukaran yang merupakan konsep inti dari pemasaran mencakup perolehan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Supaya muncul potensi pertukaran, lima persyaratan harus dipenuhi:
1. Sekurang-kurang ada dua pihak
2. masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin bernilai bagi pihak lain.
3. Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan menyerahkan sesuatu.
4. Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pertukaran.
5. Masing-masing pihak yakin bahwa bertransaksi dengan pihak lain merupakan hal yang tepat dan diinginkan.
Hubungan dan Jaringan Kerja
Pemasaran transaksi adalah bagian dari suatu gagasan yang lebih besar yang disebut pemasaran hubungan atau Relationship Marketing. Pemasaran hubungan mempunyai tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama pelanggan, pemasok, distributor dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka. Hasil terakhir dari pemasaran hubungan adalah terbentuknya asset perusahaan yang unik yang disebut dengan jaringan pemasaran. Jaringan pemasaran terdiri dari perusahaan dan pemercaya (stakeholder) pendukung (pelanggan, karyawan, pemasok, distributor, pengecer, agen periklanan, ilmuwan universitas dan lain-lain) yang dengan perusahaan membangun hubungan bisnis timbal balik yang saling menguntungkan.
Saluran Pemasaran
Untuk mencapai pasar sasaran pemasar menggunakan tiga jenis saluran pemasaran. Saluran komunikasi untuk menyerahkan dan menerima pesan dari pembeli sasaran. Saluran distribusi untuk memamerkan atau menyerahkan produk fisik atau jasa kepada pembeli. Kita mengenal ada saluran distribusi fisik dan saluran distribusi jasa. Yang termasuk disitu adalah pergudangan, sarana transportasi, dan berbagai saluran dagang seperti distributor, grosir, dan pengecer. Saluran penjualan untuk mempengaruhi transaksi dengan pembeli potensial, saluran penjualan mencakup tidak hanya distributor dan pengecer melainkan juga bank-bank dan perusahaan asuransi yang memudahkan transaksi.
Rantai Pasokan
Sementara saluran pemasaran menghubungkan pemasar dengan pembeli sasaran, rantai pasokan menggambarkan suatu saluran yang lebih panjang yang terentang dari bahan mentah, komponen-komponen, hingga produk-produk final yang disampaikan kepada pembeli final. Rantai pasokan menggambarkan sistem penyerahan nilai. Setiap perusahaan menangkap hanya persentase tertentu dari nilai total yang dihasilkan oleh rantai pasokan. Bila sebuah perusahaan mengambil alih perusahaan pesaing atau menambah usaha kearah sumber daya atau kearah pelanggan tujuannya adalah merebut persentase yang lebih tinggi dari nilai rantai pemasok.
Persaingan
Persaingan mencakup semua tawaran dari pesaing serta barang pengganti yang aktual dan potensial yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli. Kita dapat memperluas gambaran lebih lanjut dengan membedakan empat level persaingan, berdasarkan tingkat kemampuan produk untuk menggantikan:
1. Persaingan merek sebuah perusahaan memandang perusahaan lain yang menawarkan produk dan jasa serupa dengan harga yang sama sebagai pesaingnya.
2. Persaingan industri sebuah perusahaan memandang semua perusahaan yang menghasilkan produk atau jenis produk yang sama sebagai pesaingnya.
3. Persaingan Bentuk sebuah perusahaan memandang semua perusahaan penghasil produk yang memasok jasa yang sama sebagai pesaingnya.
4. Persaingan Generik sebuah perusahaan melihat semua perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan uang konsumen yang sama sebagai pesaingnya.
Lingkungan Pemasaran
Lingkungan pemasaran itu terdiri dari lingkungan tugas dan lingkungan luas. Lingkungan tugas mencakup aktor-aktor yang terlihat dalam memproduksi, menyalurkan dan mempromosikan tawaran. Lingkungan luas terdiri dari enam komponen: lingkungan demografis, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan hukum politik dan lingkungan sosial budaya.
Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran.
Mc Carthy mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi empat kelompok yang luas yang disebut 4P dalam pemasaran : Produk, Harga, Tempat, Promosi.
Ada lima konsep yang bersaing akan dijadikan pedoman oleh organisasi untuk melakukan kegiatan pemasaran:
1. Konsep Produksi
Konsep produksi adalah salah konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah.
2. Konsep Produk
Menegaskan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan ciri paling bermutu, berkinerja atau inovatif.
3. Konsep Penjualan
Berkeyakinan bahwa para konsumen dan perusahaan bisnis, jika dibiarkan tidak akan secara teratur membeli cukup banyak produk yang ditawarkan oleh organisasi tertentu. Oleh karena itu organisasi tersebut harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep Pemasaran
Menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.
5. Konsep Pemasaran Masyarakat
Konsep pemasaran masyarakt menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan minat dari pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara efektif dan efisien dibandingkan pesaing dengan tetap memelihara atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan konsumen

DASAR PEMASARAN ( Mengumpulkan informasi dan mencari peluang d lingkungan pemasaran )

Posted by: mp120203090107elphi on: May 7, 2010
1.1. Sistem Informasi Pemasaran dan Riset
Pemasaran
Informasi pemasaran merupakan elemen kritis dalam pemasaran yang efektif. Hal ini disebabkan kecenderungan yang semakin meningkat dari  pemasaran  lokal  ke skala nasional dan bahkan ke  skala internasional.  Juga  disebabkan  oleh transisi dari kebutuhan pembeli  ke keinginan pembeli dan transisi dari persaingan  harga ke persaingan non harga. Memang semua perusahaan memiliki  sistem informasi  pemasaran  yang menghubungkan dunia luar  dengan  para eksekutif di dalam perusahaan, namun berbagai sistem itu  berbeda dalam hal kerumitan dan kompleksnya. Dalam banyak hal,  informasi sering tidak  tersedia, atau datang terlambat  atau  tidak  bisa dipercaya  kebenarannya. Dan semakin banyak saja perusahaan yang tidak berusaha menyempurnakan sistem informasi pemasarannya.
Sistem  informasi pemasaran yang direncanakan dengan matang akan terdiri dari beberapa elemen. Elemen pertama ialah sistem database internal yang menyediakan data terakhir mengenai penjua­lan, biaya, persediaan, arus kas dan hutang-piutang serta data dari bagian riset dan pengembangan. Selama ini, sudah  banyak  perusahaan  yang mengembangkan  sistem pelaporan intern  yang mapan dengan dukungan komputer,  sehingga informasi yang lebih cepat dan lebih terpadu bisa diperoleh. Perusahaan yang memanfaatkan data riset dan pengembangan dari internal adalah Procter & Gamble (P&G). Dari data riset internal dengan mengolaborasikan data eksternal dapat menghasilkan ide produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Elemen  kedua  adalah  sistem  intelijen  pemasaran yang menyiapkan  bagi  eksekutif pemasaran informasi  harian mengenai perkembangan dunia pemasaran ekstern. Dalam subsistem ini, tenaga penjual  yang  terlatih, petugas intelijen khusus, membeli  data dari  sumber-sumber profesional, dan  suatu pusat intelijen akan mampu meningkatkan daya intelijen pemasaran bagi keperluan anali­sis para eksekutif perusahaan. Unilever dan Procter & Gamble menggunakan intelijen pemasaran dengan baik.
Elemen ketiga  adalah  riset  pemasaran,  yang mencakup kegiatan menghimpun informasi yang  relevan bagi masalah pemasaran tertentu  yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Ada lima  langkah dalam proses riset pemasaran, yaitu menetapkan masalah dan tujuan riset; mengembangkan perencanaan riset; mengumpulkan  informasi, menganalisis informasi dan kemudian menyajikan penemuan.  Sebuah riset pemasaran dapat dikatakan baik apabila  melibatkan  metode ilmiah,  kreativitas, berbagai metodologi, penyusunan  model dan pengukuran nilai informasi dari segi biaya dan manfaatnya. Hasil dari riset pemasaran terhadap promosi yang paling disukai menurut AC Nielsen untuk konsumen Indonesia adalah harga diskon (76 %), hadiah langsung (18 %), produk bermerek (4 %), imbalan point (1 %) dan kupon undian    (1 %).
Elemen  keempat   adalah  sistem database eksternal  yang terdiri dari sejumlah besar informasi yang dapat digunakan dalam membuat keputusan pemasaran yang tersedia dalam bentuk database eksternal. Perusahaan membutuhkan database dari berbagai sumber eksternal, misalnya database pemerintah, database dari perusahaan lain yang menawarkan data pelanggan dan database lainnya. Perusahaan perbankan, pembiayaan, asuransi, hotel, lasing, ritel dengan keanggotaan dan properti dapat dipakai sebagai dasar untuk menyusun strategi loyalitas pelanggan. PT. Pembangunan Jaya Ancol sukses memasarkan Marina Coast dengan harga yang tinggi salah satunya menggunakan database yang lengkap dari para pemilik uang di negeri ini.
1.2. Lingkungan Pemasaran
Lingkungan  pemasaran  adalah  tempat di  mana  perusahaan harus memulai  usahanya  dalam mencari berbagai peluang  dan memonitor ancaman-ancamannya.  Lingkungan  pemasaran  terdiri dari   semua pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan  untuk melakukan  transaksi  secara efektif dengan pasar  sasaran.  Kita dapat menggolongkan menjadi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan.
Lingkungan  mikro  suatu perusahaan  terdiri  dari beberapa pelaku dalam lingkungan yang berhubungan dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar pada khususnya yaitu perusahaan itu sendiri, para pemasok, para perantara-pasar, para pelanggan, dan para pesaing, serta masyarakat umum.
Perusa­haan  itu  sendiri  terdiri dari beberapa  bagian yang memegang peranan. Semuanya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yang dilakukan  manajemen pemasaran. Pemasok, melalui pengaruh  mereka terhadap biaya dan pengadaan bahan yang dibutuhkan juga mempunyai pengaruh   terhadap keputusan-keputusan  pemasaran.   Perusahaan mengubah bahan-bahan yang disediakan menjadi produk dan jasa yang bermanfaat dan mempergunakan para perantara pemasaran  (perantara biasa atau pedagang perantara, perusahaan  untuk  mendistribusi barang-barang  produk,  agen jasa pemasaran, para  perantara keuangan) guna membantu mereka menemukan pembeli  dan mengirimkan barang-barang  produk  itu.
Pasar sasaran  itu  sendiri  mungkin terdiri  dari pembeli, produsen, penjual kembali,  atau  lembaga pemerintah, dalam negeri atau luar negeri. Menurut majalah Marketing Edisi Khusus 2007, konsumen Indonesia mempunyai 10 karakter unik, yaitu berpikir jangka pendek, tidak terencana, suka berkumpul, gagap teknologi, berorientasi pada konteks, suka merek luar negeri, relegius, gengsi, kuat di subkultur dan kurang peduli lingkungan.
Dalam rangka menjalan­kan  tugas pemasarannya,  perusahaan  menghadapi  beberapa  tipe pesaing : macam-macam, dan memiliki kepentingan nyata atau  minat yang masih  terpendam, ayang mempengaruhi  kemampuan  perusahaan
untuk  mencapai  tujuannya : yaitu, keuangan,  media, pemerintah
umum  dan masyarakat di lingkungan perusahaan itu sendiri. Semua pelaku ini membentuk lingkungan mikro perusahaan.
Lingkungan makro perusahaan terdiri dari enam kekuatan utama yang berpengaruh terhadap perusahaan : demografis, fisik, tekno­logis, politik/hukum,  dan  sosial/budaya.  Lingkungan demografis menunjukkan bahwa penduduk Indonesia sekitar 220 juta,    80 % lebih beragama Islam, maka konsumen terbesar di Indonesia beragama Islam. Konsumen yang beragama Islam, pada umumnya sangat sensitif terhadap yang dilarang agama, misalnya makanan yang mengandung babi, maka akan mempunyai masalah di Indonesia. Kasus yang pernah terjadi pada produk Ajinomoto dan Dancow, meskipun akhirnya dapat diterima kembali oleh konsumen. Riset dari Frontier pada 2001, menyatakan bahwa 57,9 % konsumen selalu memperhatikan label halal. Perkembangan perbankan syariah juga cukup menjanjikan, yang pada 1992 baru ada satu bank, tetapi pada akhir 2005, telah mencapai 3 bank umum syariah, 19 unit usaha syariah dan 596 kantor perbankan syariah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) kelahiran bayi setiap tahun di Indonesia mencapai sekitar 4,3 juta. Pasar bayi cukup besar, tidak saja susu dan makanan, tetapi juga perawatan bayi, perlengkapan bayi, kesehatan bayi, kecerdasan bayi sampai asuransi pendidikan. Menurut majalah Marketing diperkirakan pasarnya mencapai Rp. 28 triliun.
Lingkungan ekonomik menunjukkan pertumbuhan ekonomi rata-rata dari 1999 – 2005 mencapai 4,13 %. Sedangkan pada  kwartal II 2006 mencapai 4,96 % dan pada kwartal I 2007 mencapai 5,98 %. pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pola tabungan dan utang, perubahan pola belanja pelang­gan. Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah terten­tu,  peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran,  dan peningkatan  campur tangan pemerintah dalam pengelolaan  sumber-sumber  daya alam.
Lingkungan teknologis menunjukkan peningkatan kecepatan perubahan teknologis, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian & pengembangan yang tinggi, perhatian yang lebih banyak tertuju pada penyempurnaan bagian kecil  produk daripada  penemuan  yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan  teknologis. Pelanggan seluler di Indonesia meningkat tajam, dari 1997 belum mencapai 1000 pelanggan, pada akhir 2007 diperkirakan 76 juta pelanggan dengan pertumbuhan rata-rata 20 % – 30 %. Menurut Depkoinfo pada 2010 diperkirakan 100 juta pelanggan seluler dan 80,2 juta pengguna internet. Pertumbuhan pengguna internet diperkirakan sekitar       30 %. Teknologi yang memberikan peluang di Indonesia adalah yang mudah digunakan. Nokia sukses, salah satunya karena kemudahan dalam penggunaan.
Lingkungan politik/hukum menunjukkan  pen­ingkatan  yang  berarti  dalam jumlah dan  macam peraturan  yang berkenaan perubahan teknologis, pengawasan yang lebih ketat  dari lembaga pemerintah, dan pertumbuhan kelompok-kelompok kepentingan dari masyarakat. Lingkungan sosial/budaya menunjukkan kecenderun­gan jangka panjang ke arah pemenuhan kepuasaan pribadi,  pemuasan langsung  hidup santai, hubungan lebih terbuka dan  tidak  resmi, dan orientasi yang lebih duniawi.
Interaksi antara lingkungan pemasaran dengan sistem pemasa­ran dan strategi perusahaan itu digambarkan dengan mempergunakan contoh  sebuah perusahaan gula-gula terkemuka yang menghasilkan gula-gula berbentuk batangan untuk pasar yang luas.

hEArt


Hati-hati Mengumbar Cinta! Ada Ancaman Allah!
Oleh suplieffendirahim - 8 Oktober 2009 - Dibaca 765 Kali -
Bismillah. Cinta. Semua orang kenal kata ini. Untuk orang di Nusantara ini bahkan orang yang pernah belajar atau  pergi ke nagara-negara di bahasa ini digunakan pasti kenal cinta. Orang tua ada cinta, orang muda apa lagi, orang ndeso, orang kota, orang besar, wong cilik, orang kaya, orang tak kaya, orang cantik, orang kurang tak cantik, orang ganteng, orang tak ganteng semua deh ada cinta. Banyak yang menjadi bahagia karena cinta, ada juga  yang masuk penjara karena cinta, ada yang gila karena cinta dan banyak lagi. Bolehkah kita mengumbar cinta? Sebetulnya tidak boleh. Cinta ada batas. Jangan diumbar. Tulisan ini mengajak kita untuk mengawal cinta melalui ancaman Allah.
Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”  Q>S. Attaubah ayat 24.
Semua kita pasti ada rasa cinta kepada orang-orang di sekitar kita, harta benda, profesi, perdagangan, pangkat, lawan jenis dan sebagainya. Wajar saja. Manusiawi kok. Hanya saja ayat ini secara khusus untuk mengajak kita untuk instrospeksi diri agar lebih “membanyakkan” porsi cinta kepada Allah dan rosulNya serta berjihad di jalan Allah.
Mengapa? Cinta kepada Allah dan rasulNya serta berjihad di jalan Allah akan menjadikan kita tepat dalam penggunaan amanah yang Allah berikan. Kalau kita lebih mencintai Allah dan RasulNya maka kita akan tahu bagaimana kita bersikap kepada orangtua. Kita akan lebih tahu bagaimana hakekat harta, tahta dan lawan jenis. Jika demikian juga kita akan tahu bagaimana pengelolaan waktu kita supaya dalam menghadapi perdagangan, harta dan sebagainya tidak sampai menjadikan kita lupa daratan.
Mencintai Allah, RasulNya dan berjihad di jalan Allah akan menjadikan kita tidak egois, mensyukuri nikmat Tuhan dan peduli kepada sesama. Bukankah manusia lain memerlukan “belaian” tangan kita sehingga mereka juga memeperoleh hidayah taufiq yang menjadikan mereka taat pada Allah dan RasulNya. Karena mereka juga ingin bahagia di dunia dan di akhirat.
Bukankah manusia lain yang terkadang sudah muslim tetapi lalai dalam sholatnya. Bukankah banyak saudara kita hari-hari tengah membangun jalan ke neraka tetapi kita tidak ada waktu untuk mengingatkan dan menegurnya. Bukankah banyak saudara kita sendiri telah lama tidak kenal Allah apalagi mau taat padaNya. Bukankah banyak di antara kita (termasuk penulis) sudah lama perlu dibawa ke dokter cinta karena salah dalam mengumbar cinta. Nah saudaraku, banyak sekali “peer” kita, sehingga kita jangan sampai salah dalam mengumbar cinta.
Ya Allah
Jika aku jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu
Ya Muhaimin
Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku pada apa-apa selainMU agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Muhaimin
Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku pada apa-apa selainMU agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Muhaimin
Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku pada apa-apa selainMU agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu
Ya Rabbana
Jika aku jatuh hatiDan Ya Allah
Aku mohon izinkanlah seseorang itu menjadi teman sejatiku
Ya Allah
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu

Lima Langkah Buka Hati untuk Cinta Baru
Penulis : Yulia Permata Sari
Lima Langkah Buka Hati untuk Cinta Baru
zenhabits.net
MENGUBUR kenangan tentang hubungan cinta lama yang gagal memang bukan pekerjaan gampang. Apalagi jika Anda telah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk membuatnya berjalan sesuai keinginan. Akan tetapi, mengutip salah satu judul lagu milik The Rolling Stone, you can't always get what you want. Sudah tiba waktunya bagi Anda untuk menerima kenyataan pahit itu dan melanjutkan hidup.

Berikut ini sejumlah cara untuk melepaskan diri dari kesedihan masa lalu dan membuka pintu hati untuk sebuah hubungan kasih yang baru.

1. Jangan membanding-bandingkan
Tidak perlu membanding-bandingkan setiap lelaki yang baru Anda kenal dengan mantan kekasih, karena setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Lebih baik, berikan kesempatan untuk lebih saling mengenal karakter masing-masing.

2. Belajar memercayai
Jika Anda sudah merasa cocok dan memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seorang lelaki, hilangkan keraguan dan belajarlan untuk memercayainya sepenuh hati. Jika alasan hancurnya hubungan terdahulu adalah karena Anda dikhianati, hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menaruh rasa curiga terhadap semua orang. Ingat, tidak semua lelaki memiliki sifat buruk seperti mantan kekasih.

3. Menerima perubahan
Kekasih yang baru tidak seromantis mantan kekasih? Atau, dia tidak memanjakan Anda layaknya Anda terbiasa dimanjakan oleh mantan kekasih? Well, seperti yang telah diutarakan pada poin pertama tadi, setiap orang memiliki kekurang dan kelebihan masing-masing. Coba untuk lebih mengerti dan menerima perubahan dalam hubungan baru Anda.

4. Jangan terburu-buru
Rasanya agak aneh jika Anda berjejalin dengan seseorang yang baru dan kemudian menanyakan keseriusannya. Terlalu cepat dan bias jadi Anda akan dianggap menodong. Jangan pernah berpikir bahwa dia tidak ingin bersama Anda jika kemudian dia mengalihkan topik pembicaraan. Dia ingin menikmati suasana baru bersama Anda dan belum siap jika ada sesuatu yang baru dalam hubungan ini.

5. Berubah demi kebaikan
Pernahkah terlintas di pikiran Anda, penyebab hancurnya hubungan cinta di masa lalu barangkali dipicu pula oleh sifat buruk Anda. Tanpa disadari, Anda barangkali sudah bersikap terlalu keras kepala, egois, atau cemburu membabi-buta sehingga mantan kekasih merasa tidak sanggup lagi menghadapinya. Jika mengenali sejumlah tabiat buruk dalam diri Anda, belajarlah untuk mengubahnya demi kelanggengan hubungan dengan kekasih yang baru. (OL-08)

Melaksanakan Riset Pemasaran


MELAKSANAKAN RISET PEMASARAN DAN MERAMALKAN PERMINTAAN

PEMBAHASAN
A. SISTEM RISET PEMASARAN
Tugas periset pemasaran adalah membuat pandangan tentang sikap dan perilaku pembelian pelanggan. Pemahaman atau gagasan pemasaran (marketing insight) memberikan informasi diagnostik tentang bagaimana dan mengapa kita meneliti pengaruh tertentu di pasar, dan apa arti hal tersebut bagi pemasar.
Riset pemasaran (marketing research) sebagai perancangan, pengumpulan, analisis, dan pelaporan data sistematis serta temuan yang relevan terhadap situasi pemasaran.
Perusahaan riset pemasaran dapat dibagi dalam tiga kategori :
1. Perusahaan riset yang terindikasi dengan jasa
2. Perusahaan riset pemasaran sesuai pesanan
3. Perusahaan riset pemasaran spesialis lini
Perusahaan kecil dapat menyewa jasa dari perusahaan riset pemasaran dengan cara yang kreatif dan terjangkau, seperti :
1. Melibatkan mahasiswa atau profesor untuk merancang dan melaksanakan proyek
2. Menggunakan internet
3. Memeriksa pesaing
Sebagian besar perusahaan menggunakan kombinasi sumber daya riset pemasaran untuk mempelajari strategi industri, perusahaan, pemirsa, dan saluran mereka.
B. PROSES RISET PEMASARAN
· Langkah 1 : Mendefinisikan Masalah, Alternatif Keputusan, dan Tujuan Riset
Manajer pemasaran harus berhati-hati untuk tidak mendefinisikan masalah terlalu luas atau terlalu sempit untuk periset pemasaran.
Jenis –jenis Riset :
1. Riset bersifat eksploratif - tujuannya adalah memperjelas sifat masalah sebenarnya dan menyarankan kemungkinan solusi atau ide baru.
2. Riset bersifat deskriptif – riset ini berusaha menghitung permintaan, seperti berapa banyak penumpang kelas satu yang akan membeli layanan internet dalam penerbangan pada harga $25.
3. Riset bersifat kausal – tujuannya adalah menguji hubungan sebab-akibat.
· Langkah 2 : Mengembangkan Rencana Riset
Untuk merancang rencana riset, kita harus mengambil keputusan tentang sumber data, pendekatan riset, instrumen riset, rencana pengambilan sampel, dan metode kontak.
- SUMBER DATA
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk tujuan lain dan sudah ada di suatu tempat. Data primer adalah data baru yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu atau untuk proyek riset tertentu.
Ketika data yang dibutuhkan tidak ada atau sudah ketinggalan zaman, tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak dapat diandalkan, periset harus mengumpulkan data primer. Sebagian besar proyek riset pemasaran mencakup beberapa pengumpulan data primer.
- PENDEKATAN RISET
Pemasar mengumpulkan data primer dengan lima cara : melalui observasi, kelompok fokus, survei, data perilaku, dan pengalaman.
· Riset Observasi
Dengan mengadakan sesi wawancara dan dengan melihat selembar foto juga dapat memberikan ionformasi yang kaya akan detail.
· Riset Etnografi
Adalah pendekatan riset yang menggunakan alat dari ilmu antropologi yang tujuannya agar periset dapat menyelami kehidupan seseorang untuk mengungkap keinginan terpendam yang mungkin tidak terungkap dalam bentuk riset lain.
· Riset Kelompok Fokus
Merupakan sebuah perkumpulan yang terdiri dari 6 sam[pai 10 orang yang dipilih secara teliti oleh periset berdasarkan pertimbangan demografis, psikografis dan dipersatukan untuk mendiskusikan berbagai topik minat dalam waktu yang panjang.
· Riset Survei
Digunakan untuk mempelajari pengetahuan, kepercayaan, preferensi, dan kepuasan masyarakat dan mengukur berbagai besaran ini dalam populasi umum.
· Data Perilaku
Pelanggan meninggalkan jejak perilaku pembelian mereka di data pemindai toko, pembelian katalog, dan database pelanggan. Pemasar dapat belajar banyak dengan menganalisis data ini.
· Riset Eksperimen
Riset ini dirancang untuk menangkap hubungan sebab-akibat dengan menghilangkan berbagai penjelasan tentang temuan yang diteliti. Jika eksperimen itu dirancang dan dilaksanakan dengan baik, manajer riset dan pemasaran bisa 100% mengandalkan kesimpulannya.
- INSTRUMEN RISET
Periset pemasaran mempunyai 3 pilihan instrumen riset utama dalam mengumpulkan data primer: kuesioner, pengukuran kualitatif, dan peralatan teknologi.
· Kuesioner
Kuesioner terdiri dari sekelompok pertanyaan yang diajukan kepada responden. Berkat fleksibelnya, sejauh ini, kuesioner menjadi instrumen paling umum yang digunakan untuk mengumpulkan data primer.
· Pengukuran Kualitatif
Beberapa pemasar lebih menyukai metode kualitatif dalam mengukur pendapat konsumen karena tindakan konsumen tidak selalu sesuai dengan jawaban mereka terhadap pertanyaan survei.
· Peralatan Teknologi
Peralatan teknologi terkadang berguna dalam riset pemasaran. Contohnya, galvanometer yang dapat mengukur minat atau emosi yang ditimbulkan akibat paparan iklan.
- RENCANA PENGAMBILAN SAMPEL
Setelah memutuskan pendekatan dan instrumen riset, periset pemasaran harus merancang rencana pengambilan sampel. Hal ini memerlukan tiga keputusan yaitu:
1. Unit Pengambilan Sampel
2. Ukuran Sampel
3. Prosedur Pengambilan Sampel
- METODE KONTAK
Sekarang periset pasar harus memutuskan bagaimana ia akan menghubungi subjek melalui surat, telepon, tatap muka atau online.
· Langkah 3: Mengumpulkan Informasi
Fase pengumpulan data riset pemasaran biasanya adalah fase termahal dan paling cenderung mengandung kesalahan. Ada empat masalah utama yang timbul dalam survei, yaitu:
1. Beberapa responden tidak pernah ada di rumah dan harus dihubungi kembali atau diganti
2. Responden menolak untuk bekerja sama
3. Responden akan memberikan jawaban yang bias atau tidak jujur
4. Beberapa pewawancara mungkin bias atau tidak jujur
Metode pengumpulan data maju pesat berkat perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi.
· Langkah 4: Menganalisis Informasi
Menyimpulkan temuan dengan mentabulasikan data dan mengembangkan distribusi frekuensi.
· Langkah 5: Mempresentasikan Temuan
Periset mempresentasikan temuan yang relevan dengan keputusan pemasaran utama yang dihadapi manajemen. Periset semakin dituntut untuk memainkan peran konsultan yang lebih proaktif dalam menerjemahkan data dan informasi menjadi pandangan dan rekomendasi.
· Langkah 6: Mengambil Keputusan
Manajer yang memerintahkan dilakukannya riset harus mempertimbangkan bukti. Jika kepercayaan mereka terhadap temuan rendah, mereka mungkin memutuskan untuk menolak. Jika mereka telah terpengaruh untuk meluncurkan, temuan itu akan mendorong preferensi mereka. Bahkan, mereka dapat memutuskan untuk mempelajari masalah ini lebih lanjut dan melakukan lebih banyak riset.
Tujuh karakteristik riset pemasaran yang baik:
1. Metode ilmiah
Riset pemasaran yang efektif menggunakan pronsip-prinsip metode ilmiah: observasi yang teliti, perumusan hipotesis, prediksi dan pengujian
2. Kreativitas riset
Riset pemasaran mengembangkan cara inovatif untuk menyelesaikan masalah.
3. Beragam metode
Periset pemasaran tidak boleh tergantung pada satu metode saja. Mereka juga menyadari nilai menggunakan dua atau tiga metode untuk meningkatkan keyakinan atan hasilnya.
4. Ketergantungan antarmodel dan data
Periset pemasaran menyadari bahwa data diterjemahkan dari model yang mendasari dan memadu jenis informasi yang dicari.
5. Nilai dan biaya informasi
Periset pemasaran memperlihatkan perhatian pada perkiraan nilai informasi terhadap biayanya. Biaya umumnya mudah ditentukan tetapi nilai riset lebih sulit dihitung. Niali riset tergantung pada reliabilitas dan validitas temuan dan kehendak manajemen untuk menerima dan bertindak berdasarkan penemuan tersebut.
6. Skeptisisme yang sehat
Periset pemasaran memperlihatkan skeptisisme yang sehat terhadap asumsi persuasif yang dibuat oleh manajer tentang cara kerja pasar.
7. Pemasaran etis
Riset pemasaran bermanfaat bagi perusahaan yang mensponsorinya maupun pelanggan perusahaan. Penyalahgunaan riset pemasaran dapat merugikan atau mengganggu konsumen, meningkatkan ketidaksukaan pada apa yang dianggap konsumen sebagai serangan terhadap privasi mereka atau upaya penjualan terselubung.
Mengatasi Halangan dalam Penggunaan Riset Pemasaran
§ Konsepsi riset pemasaran yang sempit
§ Periset pemasaran yang tidak cakap
§ Kurang baik dalam penempatan masalah
§ Hasil temuan riset pemasaran yang terlambat dan terkadang salah
§ Perbedaan kepribadian dan penyajian
C. MENGUKUR PRODUKTIVITAS PEMASARAN
Satu tugas penting riset pemasaran adalah menilai efisiensi dan efektivitas aktivitas pemasaran. Riset pemasaran dapat membantu mengarahkan kebutuhan akan akuntabilitas yang semakun meningkat ini.
Dua pendekatan komplementer untuk mengukur produktivitas pemasaran adalah:
1. Ukuran Pemasaran untuk menilai pengaruh pemasaran
Ukuran pemasaran (marketing matrics) adalah sejumlah ukuran yang membantu pemasar menghitung, membandingkan, dan menerjemahkan kinerja pemasaran mereka. Ukuran pemasaran dapat di gunakan oleh manajer merek untuk merancang program pemasaran dan oleh para manajemen senior untuk memutuskan alokasi keuangan.
2. Pemodelan Bauran Pemasaran untuk mengestimasi hubungan sebab akibat dan mengukur bagaimana kegiatan pemasaran mempengaruhi hasil
Akuntabilitas pemasaran juga berarti bahwa pemasar harus memperkirakan pengaruh berbagai investasi pemasaran secara lebih tepat. Model pembauran pemasaran menganalisis data dari beragam sumber, seperti data pemindai pengecer, data pengiriman perusahaan, penetapan harga, media, dan data belanja promosi, untuk memahami pengaruh kegiatan pemasaran tertentu secara lebih tepat.
Tiga kelemahan yang terdapat dalam pemodelan bauran:
1. Pemodelan bauran pemasaran berfokus pada pertumbuhan tambahan dan bukan pada penjualan dasar atau pengaruh jangka panjang.
2. Walau sangat penting, pemaduan ukuran seperti kepuasan pelanggan, kesadaran, dan ekuitas merek ke dalam pemodelan bauran pemasaran terbatas.
3. Pemodelan bauran pemasaran biasanya gagal memasukkan ukuran yang berhubungan dengan pesaing, perdagangan atau tenaga penjual (rata-rata pengeluaran bisnis lebih tinggi pada tenaga penjual dan promosi dagang dibandingkan pada promosi iklan atau promosi konsumen)
Perusahaan juga menerapkan proses dan sistem organisasi untuk memastikan bahwa mereka memaksimalkan nilai dari semua ukuran yang berbeda ini. Manajemen dapat merangkai rangkuman ukuran internal dan eksternal yang relevan dalam papan kendali (dashboard) pemasaran untuk sintesis dan interpretasi. Papan kendali secara visual menampilkan indikator real-time untuk memastikan fungsi yang tepat.
Beberapa perusahaan juga menunjuk controller atau pengendali pemasaran untuk meninjau item anggaran dan pengeluaran. Papan kendali pemasaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi.
D. PERAMALAN DAN PENGUKURAN PERMINTAAN
Salah satu alasan utama perusahaan melakukan riset pemasaran adalah untuk mengidentifikasi peluang pasar. Setelah riset selesai, perusahaan harus mengukur dan memperkirakan ukuran, pertumbuhan, dan potensi laba dari masing-masing peluang pasar. Peramalan penjualan digunakan oleh departemen keuangan untuk meningkatkan kas yang dibutuhkan untuk investasi dan operasi; oleh departemen manufaktur untuk menentukan kapasitas dan tingkat hasil; oleh departemen pembelian untuk mendapatkan jumlah persediaan yang benar; dan oleh departemen sumber daya manusia untuk mempekerjakan jumlah pekerja yang diperlukan; dan departemen pemasaran bertanggung jawab untuk menyiapkan peramalan penjualan.
UKURAN PERMINTAAN PASAR
Setiap ukuran permintaan melayani suatu tujuan tertentu. Ukuran pasar didasarkan pada jumlah pembeli yang mungkin ada untuk suatu penawaran pasar. Ada beberapa cara untuk memecahkan pasar:
§ Pasar potensial adalah sekumpulan konsumen yang menyatakan level minat yang memadai atas tawaran tertentu.
§ Pasar yang tersedia adalah sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, pendapatan, dan akses terhadap tawaran pasar tertentu.
§ Pasar sasaran adalah bagian dari pasar tersdia yang memenuhi syarat dan telah diputuskan oleh perusahaan untuk dimasuki.
§ Pasar yang tertembus adalah sekumpulan konsumen yang telah membeli produk perusahaan.
PERBENDAHARAAN KATA UNTUK PENGUKURAN PERMINTAAN
· Permintaan pasar suatu produk adalah volume total yang akan dibeli olek kelompok pelangan tertentu di wilayah geografis tertentu, pada waktu periode waktu tertentu, di lingkungan pemasaran tertentu, dan dengan program pemasaran tertentu.
· Potensi pasar adalah batas yang didekati oleh permintaan pasar ketika pengeluaran pemasaran industry mendekati tak terhingga, untuk lingkungan pemasaran yang sudah tertentu.
· Permintaan perusahaan adalah estimasi pangsa permintaan pasar perusahaan tersebut pada sejumlah level alternatif usaha pemasaran perusahaan pada periode waktu yang sudah tertentu.
· Ramalan penjualan pasar adalah level penjualan perusahaan yang diharapkan, yakni yang dihitung berdasarkan rencana pemasaran yang dipilih dan lingkungan pemasaran yang di asumsikan.
· Ramalan penjualan pasar adalah batas penjualan yang didekati oleh permintaan perusahaan ketika usaha pemasaran perusahaan itu meningkat jika dibandingkan dengan para pesaingnya.
MEMPERKIRAKAN PERMINTAAN SAAT INI
Metode-metode praktis untuk untuk memperkirakan permintaan pasar saat ini. Eksekutif pemasaran ingin memperkirakan total potensi pasar, potensi pasar suatu wilayah, dan total penjualan industri serta pangsa pasar.
a. Total Potensi Pasar
Total potensi pasar (total market potential) adalah jumlah penjualan maksimum yang mungkin tersedia bagi semua perusahaan dalam sebuah industri sepanjang suatu periode dibawah tingkat usaha pemasaran industri dan kondisi lingkungan tertentu. Cara umum untuk memperkirakan total potensi pasar adalah mengalikan jumlah pembeli potensial (berdasarkan rata-rata kuantitas setiap pembelian) dikalikan harga.
b. Potensi Pasar Suatu Wilayah
Dua metode utama untuk menilai potensi pasar suatu wilayah adalah:
1. Metode Pembentukan Pasar
Metode pembentukan pasar (Market buildup method) memerlukan identifikasi semua pembeli potensial di setiap pasar dan memperkirakan pembeli potensial. Metode ini memberikan hasil akurat jika kita mempunyai daftar semua pembeli potensial dan perkiraan yang baik tentang apa yang akan dibeli masing-masing pembeli potensial itu.
2. Metode Indeks Multifaktor
Perusahaan konsumen juga harus memperkirakan potensi pasar suatu wilayah, tetapi pelanggan perusahaan konsumen terlalu banyak untuk dibuat daftarnya. Metode yang paling umum digunakan dalam pasar konsumen adalah metode indeks langsung.
c. Penjualan Industri dan Pangsa Pasar
Selain memperkirakan total potensi dan potensi wilayah, perusahaan juga harus mengetahuipenjualan industri sebenarnyayang terjadi di pasarnya. Ini berarti perusahaan harus mengidentifikasi pesaing dan memperkirakan penjualan mereka.
Asosiasi dagang indudtri sering mengumpulkan dan mengumumkan total penjualan industri. Dengan informasi ini, setiap perusahaan dapat mengevaluasi kinerjanya sendiri terhadap keseluruhan industri.
Cara lain untuk memperkirakan penjualan adalah membeli laporan dari perusahaan riset pemasaran yang mengaudit total penjualan dan penjualan merek.
MEMPERKIRAKAN PERMINTAAN MASA DEPAN
Di sebagian besar pasar, peramalan yang baik menjadi faktor kunci keberhasilan. Suatu perusahaan umumnya menyiapkan peramalan ekonomi makro lebih dahulu. Peramalan ekonomi makro mencakup memproyeksikan inflasi, tingkat pengangguran, suku bunga, pengeluaran konsumen, investasi bisnis, pengeluaran pemerintah, ekspor bersih, dan variabel lain. Hasil akhirnya adalah peramalan produk domestik bruto (GNP) yang digunakan perusahaan, beserta indikator lingkungan lainnya, untuk meramalkan penjualan industri.
Perusahaan dapat menciptakan peramalan mereka sendiri atau membeli dari sumber luar seperti perusahaan riset pemasaran, yang mewawancara pelanggan, distributor, dan pihak-pihak yang berpengetahuan lainnya.
SURVEI MAKSUD (INTENSI) PEMBELI
Peramalan (forecasting) adalah seni mengantisipasi apa yang mungkin dilakukan pembeli dalam kondisi tertentu. Untuk barang konsumsi tahan lama, beberapa organisasi riset mengadakan survei periodik tentang maksud pembelian konsumen dan mengajukan pertanyaan yang kemudian menempatkan jawabannya berdasarkan skala probabilitas pembelian (purchase probability scale).
GABUNGAN PENDAPAT TENAGA PENJUALAN
Hanya sedikit perusahaan yang menggunakan perkiraan tenaga penjualan tanpa membuat beberapa penyesuaian. Untuk mendorong perkiraan yang lebih baik, perusahaan dapat menawarkan insentif atau bantuan, seperti informasi tentang rencana pemasaran atau perbandingan peramalan masa lalu dengan penjualan sebenarnya. Peramalan tenaga penjualan membawa sejumlah manfaat diantaranya mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap tren yang sedang berkembang , dapat memberikan keyakinan yang lebih besar bagi mereka untuk kuota penjualan dan lebih banyak insentif untuk mencapainya serta memberikan perkiraan rinci yang dibagi berdasarkan produk, wilayah, pelanggan dan wiraniaga.
PENDAPAT AHLI
Perusahaan juga bisa mendapatkan peramalan dari para ahli termasuk penyalur, distributor, pemasok, konsultan pemasaran, dan asosiasi pedagang. Terkadang, perusahaan akan mengundang sekelompok ahli untuk menyiapkan peramalan. Para ahli itu bertukar pandangan dan membuat perkiraan sebagai sebuah kelompok (metode disusi kelompok) atau secara perorangan, dimana analisis lain dapat menggabungkannya menjadi suatu perkiraan.
ANALISIS PENJUALAN MASA LALU
Perusahaan dapat mengembangkan peramalan penjualan berdasarkan penjualan masa lalu. Analisis deret waktu (time series) membagi deret waktu masa lalu menjadi empat komponen (tren, siklus, musim, dan tak teratur) dan memproyeksikannya ke masa depan. Penghalusan exponensial (exponential smoothing) memproyeksikan penjualan periode berikutnya dengan menggabungkan rata-rata penjualan masa lalu dan penjualan terbaru. Analisis permintaan statistik mengukur dampak sejumlah faktor kasual (seperti penghasilan, pengeluaran pemasaran dan harga) terhadap tingkat penjualan. Analisis ekonometri membuat sejumlah persamaan yang menggambarkan sistem dan secara statistik menurunkan parameter berbeda yang membentuk persamaan secara statistik.
METODE UJI PASAR
Uji pasar secara langsung dapat membantu meramalkan penjualan produk baru atau menetapkan penjualan produk di saluran distribusi atau wilayah baru.

akumtansi manufaktur


Akuntansi di Perusahaan Manufaktur

The accounting cycle is the same in a manufacturing company, merchandising company, and a service company. Siklus akuntansi adalah sama di perusahaan manufaktur, perusahaan merchandising, dan perusahaan jasa. Journal entries are used to record transactions, adjusting journal entries are used to recognize costs and revenues in the appropriate period, financial statements are prepared, and closing entries are recorded. Entri jurnal digunakan untuk catatan transaksi, menyesuaikan entri jurnal yang digunakan untuk mengenali biaya dan pendapatan dalam periode yang tepat, laporan keuangan disusun, dan entri penutupan dicatat. Raw material purchases are recorded in the raw material inventory account if the perpetual inventory method is used, or the raw materials purchases account if the periodic inventory method is used. Pembelian bahan baku dicatat dalam akun persediaan bahan baku jika metode Perpetual Inventory digunakan, atau bahan baku pembelian account jika metode persediaan periodik digunakan. For example, using the periodic inventory method, the purchase of $750 of raw materials on account is recorded as an increase (debit) to raw materials purchases and an increase (credit) to accounts payable. Misalnya, dengan menggunakan metode persediaan periodik, pembelian sebesar $ 750 bahan baku pada rekening dicatat sebagai peningkatan (debit) untuk pembelian bahan baku dan peningkatan (kredit) ke rekening hutang.
General Journal Jurnal Umum
Date Tanggal
Account and Title Description Rekening dan Deskripsi Judul
Ref. Ref.
Debit Debet
Credit Kredit
20X0 20X0




May 27 27 Mei
Raw Materials Purchases Pembelian Bahan Baku

750 750


Accounts Payable—TLM Co. Hutang Usaha-TLM Co


750 750

Purchase materials from TLM Pembelian bahan dari TLM



The entry to record payroll would include an increase (debit) to direct labor instead of wages expense and an increase (credit) to the withholding liability account and wages payable. Catatan untuk penggajian merekam akan mencakup peningkatan (debit) untuk mengarahkan tenaga kerja bukan beban upah dan peningkatan (kredit) ke rekening kewajiban pemotongan dan upah dibayar. To record $1,000 wages for T. Kaschalk, the entry would be: Untuk merekam $ 1.000 upah untuk T. Kaschalk, entri tersebut akan:
General Journal Jurnal Umum
Date Tanggal
Account and Title Description Rekening dan Deskripsi Judul
Ref. Ref.
Debit Debet
Credit Kredit
20X0 20X0




May 31 31 Mei
Direct Labor Tenaga Kerja Langsung

1,000 1.000


Federal Income Taxes Payable Hutang Pajak Penghasilan Federal


150.00 150,00

FICA Taxes Payable FICA Hutang Pajak


76.50 76,50

Credit Union Payable Hutang Kredit Union


50.00 50,00

Wages Payable Hutang Upah


723.50 723,50

Record TK wages Rekam upah TK



The factory building depreciation of $9,500 is classified as a manufacturing cost. Bangunan pabrik depresiasi dari $ 9.500 diklasifikasikan sebagai biaya produksi. It is recorded with an increase (debit) to factory depreciation and an increase (credit) to accumulated depreciation—building. Hal ini direkam dengan peningkatan (debit) untuk penyusutan pabrik dan peningkatan (kredit) untuk akumulasi penyusutan pembangunan.
General Journal Jurnal Umum
Date Tanggal
Account and Title Description Rekening dan Deskripsi Judul
Ref. Ref.
Debit Debet
Credit Kredit
20X0 20X0




May 31 31 Mei
Factory Depreciation Expense Beban Penyusutan Pabrik

9,500 9.500


Accumulated Depreciation—Building Akumulasi Penyusutan Bangunan-


9,500 9.500

Record factory building depreciation Rekam penyusutan bangunan pabrik



Some companies use one account, factory overhead, to record all costs classified as factory overhead. Beberapa perusahaan menggunakan satu account, biaya overhead pabrik, untuk mencatat semua biaya diklasifikasikan sebagai overhead pabrik. If one overhead account is used, factory overhead would be debited in the previous entry instead of factory depreciation. Jika satu account digunakan overhead, overhead pabrik akan didebet pada entri sebelumnya, bukan penyusutan pabrik.
At the end of the cycle, the closing entries are prepared. Pada akhir siklus, penutupan entri disusun. For a manufacturing company that uses the periodic inventory method, closing entries update retained earnings for net income or loss and adjust each inventory account to its period end balance. Untuk perusahaan manufaktur yang menggunakan metode persediaan periodik, menutup entri update saldo laba laba atau rugi bersih dan menyesuaikan setiap account persediaan untuk menyeimbangkan periode berakhir. A special account called manufacturing summary is used to close all the accounts whose amounts are used to calculate cost of goods manufactured. Suatu rekening khusus yang disebut ringkasan manufaktur digunakan untuk menutup semua rekening yang jumlah digunakan untuk menghitung biaya pokok produksi. The manufacturing summary account is closed to income summary. Ringkasan manufaktur account ditutup untuk ringkasan pendapatan. Income summary is eventually closed to retained earnings. Penghasilan ringkasan akhirnya ditutup ke saldo laba. The manufacturing accounts are closed first. Akun manufaktur tertutup pertama. The closing entries that follow are based on the accounts included in the cost of goods manufactured schedule and income statement for Red Car, Inc. Entri penutupan yang mengikuti didasarkan pada rekening termasuk dalam biaya barang jadwal produksi dan laporan laba rugi untuk Red Mobil, Inc
General Journal Jurnal Umum
Date Tanggal
Account and Title Description Rekening dan Deskripsi Judul
Ref. Ref.
Debit Debet
Credit Kredit
C1 C1
Raw Materials Inventory (Ending) Bahan Baku Persediaan (Akhir)

5,800 5.800


Work-in-Process Inventory (Ending) Kerja-di-Proses Persediaan (Akhir)

9,800 9.800


Manufacturing Summary Ringkasan Manufaktur


15,600 15.600

Adjust inventory balances Menyesuaikan saldo persediaan



C2 C2
Manufacturing Summary Ringkasan Manufaktur

270,600 270.600


Raw Materials Inventory (Beginning) Bahan Baku Persediaan (Awal)


6,200 6.200

Work-in-Process Inventory (Beginning) Kerja-di-Proses Persediaan (Awal)


10,200 10.200

Raw Materials Purchases Pembelian Bahan Baku


49,400 49.400

Direct Labor Tenaga Kerja Langsung


125,600 125.600

Indirect Materials Bahan tidak langsung


4,100 4.100

Indirect Labor Tenaga Kerja Tidak Langsung


43,700 43.700

Depreciation—Factory Building Penyusutan-Pabrik Bangunan


9,500 9.500

Depreciation—Factory Equipment Penyusutan-Pabrik Peralatan


5,400 5.400

Insurance—Factory Asuransi-Factory


12,000 12.000

Property Taxes—Factory Pajak Properti-Factory


4,500 4.500

Close manufacturing accounts and adjust inventory balances Tutup manufaktur dan menyesuaikan saldo akun persediaan



C3 C3
Income Summary Ringkasan Penghasilan

255,000 255.000


Manufacturing Summary Ringkasan Manufaktur


255,000 255.000

Close manufacturing summary Tutup manufaktur ringkasan



C4 C4
Finished Goods Inventory (Ending) Jadi Inventarisasi Barang (akhir)

12,600 12.600


Sales Penjualan

427,000 427.000


Interest Revenue Pendapatan bunga

5,100 5.100


Income Summary Ringkasan Penghasilan


444,700 444.700

Close revenue accounts and adjust inventory rekening pendapatan Tutup dan menyesuaikan persediaan



C5 C5
Income Summary Ringkasan Penghasilan

169,875 169.875


Finished Goods Inventory (Beginning) Jadi Inventarisasi Barang (Awal)


14,500 14.500

Sales Salaries Expense Beban Gaji Penjualan


65,300 65.300

Depreciation—Sales Equipment Penyusutan-Peralatan Penjualan


21,000 21.000

Office Salaries Expense Beban Gaji Kantor


35,000 35.000

Depreciation–Office Equipment Penyusutan-Peralatan Kantor


12,000 12.000

Insurance Expense Beban Asuransi


9,000 9.000

Office Supplies Expense Beban Perlengkapan Kantor


2,400 2.400

Income Tax Expense Beban Pajak Penghasilan


10,675 10.675

Close operating expense accounts and adjust inventory Tutup rekening pengeluaran operasional dan menyesuaikan persediaan



C6 C6
Income Summary Ringkasan Penghasilan

19,825 19.825


Retained Earnings Saldo Laba


19,825 19.825

Close income summary Tutup penghasilan ringkasan



The following T-accounts illustrate the impact of the closing entries on the special closing accounts and retained earnings. T-akun berikut ini menggambarkan dampak dari entri penutupan pada penutupan rekening khusus dan laba ditahan.
Manufacturing Summary Ringkasan Manufaktur
C2 C2
270,600 270.600
15,600 15.600
C1 C1

255,000 255.000




255,000 255.000
C3 C3

0 0



Income Summary Ringkasan Penghasilan
C3 C3
255,000 255.000
444,700 444.700
C4 C4
C5 C5
169,875 169.875



424,875 424.875
444,700 444.700



19,825 19.825

C6 C6
19,825 19.825



0 0



Retained Earnings Saldo Laba


19,825 19.825
C6 C6


Manufaktur Laporan Keuangan

Manufacturing companies have several different accounts compared to service and merchandising companies. Perusahaan manufaktur memiliki beberapa account yang berbeda dibandingkan dengan layanan dan perusahaan merchandising. These include three types of inventory accounts—raw materials, work-in-process, and finished goods—and several long-term fixed asset accounts. Ini termasuk tiga jenis bahan persediaan account-mentah, kerja-di-proses, dan selesai-barang dan jangka panjang beberapa akun aktiva tetap. A manufacturing company uses purchased raw materials and/or parts to produce a product for sale. Sebuah perusahaan manufaktur menggunakan bahan baku yang dibeli dan / atau bagian untuk menghasilkan produk untuk dijual. At a point in time, the company's inventories consist of raw materials , those materials and parts waiting to be used in production; work-in-process , all material, labor, and other manufacturing costs accumulated to date for products not yet completed; and finished goods , the cost of completed products that are ready to be sold. Pada titik waktu, perusahaan persediaan terdiri dari bahan baku, bahan-bahan dan bagian menunggu untuk digunakan dalam produksi; kerja-di-proses, semua bahan, tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya akumulasi untuk tanggal untuk produk belum selesai; dan barang jadi, biaya produk selesai yang siap untuk dijual. The value of each type of inventory is disclosed in a company's financial statements. Nilai dari masing-masing jenis persediaan diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan. The amounts may be shown individually on the face of the balance sheet or disclosed in footnotes. Jumlah yang dapat ditampilkan secara individual di muka neraca atau diungkapkan dalam catatan kaki.
In the long-term asset section of a manufacturing company's balance sheet, one would expect to find factory buildings and equipment and possibly a small tools account. Pada bagian aset jangka panjang neraca perusahaan manufaktur, orang akan mengharapkan untuk menemukan bangunan pabrik dan peralatan dan mungkin alat kecil account. A manufacturer often has patents for its products or processes. Sebuah produsen sering memiliki hak paten untuk produk atau proses. The capitalized costs associated with a patent would be included in the intangible asset section of the balance sheet. Biaya yang dikapitalisasi berkaitan dengan paten akan disertakan pada bagian aset tidak berwujud dalam neraca. The income statement for a manufacturing company is similar to that prepared for a merchandising company. Laporan laba rugi bagi perusahaan manufaktur adalah serupa dengan yang dipersiapkan untuk sebuah perusahaan merchandising. In calculating cost of goods sold, only the finished goods inventory account is used, as shown. Dalam menghitung harga pokok penjualan, hanya akun persediaan barang jadi digunakan, seperti yang ditunjukkan.
Manufacturer Pabrikan

Merchandiser Merchandiser

Cost of goods sold Beban pokok penjualan

Cost of goods sold Beban pokok penjualan

Beginning finished goods inventory Barang persediaan barang jadi awal
$ 14,500 $ 14.500
Beginningmerchandise inventory Beginningmerchandise persediaan
$10,300 $ 10.300
Cost of goods manufactured Biaya pokok produksi
255,000 255.000
Cost of goods purchased Biaya barang yang dibeli
129,200 129.200
Goods available Barang yang tersedia
269,500 269.500
Goods available for sale tersedia untuk dijual Barang
139,500 139.500
Ending finished goods inventory Barang persediaan barang jadi akhir
(12,600) (12.600)
Ending inventory merchandise Akhir persediaan barang dagangan
(10,600) (10.600)
Cost ofgoods sold Biaya barang yang dijual
$256,900 $ 256.900
Cost of goods sold Beban pokok penjualan
$128,900 $ 128.900


Dasar-Dasar Akuntansi Biaya Manufaktur

Managerial Procedure Methods for Job Costing Allocation Prosedur Manajerial Job Costing Metode Alokasi

Learn the basics of how to use various accounting methods to determine the cost of a product and how it's applied to overhead and profitability factors. Pelajari dasar-dasar cara menggunakan berbagai metode akuntansi untuk menentukan biaya produk dan bagaimana hal itu diterapkan pada beban dan faktor profitabilitas.
Determining the cost of goods sold is an important part of analyzing profitability. Menentukan harga pokok penjualan adalah bagian penting dari analisis profitabilitas. In a manufacturing environment, there can be a lot of variables involved in producing the final product. Dalam lingkungan manufaktur, akan ada banyak variabel yang terlibat dalam menghasilkan produk akhir. This article looks at the two most common cost accounting methods for determining the cost of finished goods. Artikel ini terlihat pada dua metode yang paling umum akuntansi biaya untuk menentukan biaya barang jadi. This article also looks at how costing methods are applied to the company's profitability. Artikel ini juga melihat bagaimana metode penetapan biaya diterapkan untuk profitabilitas perusahaan.

Manufacturing Accounting - Absorption Costing Method Manufaktur Akuntansi - Penyerapan Metode Biaya

Absorption costing is a method of determining what the actual costs are associated with producing the final product. Penyerapan biaya adalah metode untuk menentukan apa biaya aktual yang terkait dengan menghasilkan produk akhir. Virtually all costs and expenses associated with a finished manufactured product are figured into determining the unit cost with the absorption method. Hampir semua biaya dan beban yang terkait dengan produk jadi dimanufaktur pikir ke unit menentukan biaya dengan metode penyerapan. There can be many factors involved to determine the actual cost to produce a single product The following is a list of some of the cost considerations used. Ada banyak faktor yang dapat terlibat untuk menentukan biaya yang sebenarnya untuk menghasilkan produk tunggal Berikut ini adalah daftar dari beberapa pertimbangan biaya yang digunakan.

Manufacturing cost reduction and productivity improvement experts
Research Thousands of Companies for Successful Investing in 201Direct Materials Cost is the actual cost of all materials that are used in the production of a finished product Biaya Bahan langsung adalah biaya yang sebenarnya dari semua bahan yang digunakan dalam produksi produk jadi
  • Direct Labor Cost is the expense of the actual internal wages associated with the production of a finished product. Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah biaya upah internal aktual yang terkait dengan produksi produk jadi.
  • Variable Manufacturing Cost fluctuates with output. Manufaktur Biaya Variabel berfluktuasi dengan output. Examples may include equipment depreciation, utilities, outside labor, plant or equipment maintenance and material handling. Contoh-contoh dapat termasuk penyusutan peralatan, sarana, tenaga kerja di luar, pabrik atau peralatan pemeliharaan dan penanganan bahan.
  • Variable Sales Costs are associated with the expense of sales. Biaya Penjualan Variabel berhubungan dengan biaya penjualan. Salespersons commissions and advertising are examples of variable sales costs. Komisi tenaga penjualan dan iklan adalah contoh biaya variabel penjualan.
  • Fixed Manufacturing Overhead costs remain the same regardless of manufacturing output. Manufaktur Tetap Biaya overhead tetap sama tanpa output manufaktur. Salaries paid to plant managers, rent on the facilities and insurance are some examples. Gaji yang dibayarkan kepada manajer pabrik, sewa fasilitas dan asuransi adalah beberapa contoh.
  • Fixed Selling Costs are expenses that do not fluctuate that are associated with the sale of the final product. Jual Biaya Tetap adalah biaya yang tidak berfluktuasi yang berkaitan dengan penjualan produk akhir. Examples may include sales managers and administration salaries. Contoh-contoh dapat termasuk gaji manajer penjualan dan administrasi.

Manufacturing Accounting – Variable Costing Method Manufaktur Akuntansi - Variabel Costing Metode

Unlike absorption costing, which considers all manufacturing costs for inventory value, the variable costing method does not consider fixed costs associated with producing the final product. Tidak seperti penyerapan penetapan biaya, yang menganggap semua biaya manufaktur nilai persediaan, metode biaya variabel tidak mempertimbangkan biaya tetap yang terkait dengan menghasilkan produk akhir. Only materials, labor and variable manufacturing overhead costs and expenses associated with a finished manufactured product are figured into determining the unit cost. Fixed expenses are not figured into the finished product cost with the variable costing method. Hanya bahan, tenaga kerja dan overhead manufaktur biaya variabel dan biaya yang berhubungan dengan produk jadi yang diproduksi membayangkan ke menentukan biaya unit. tetap biaya tidak membayangkan ke biaya produk jadi dengan metode biaya variabel.

Profitability Factors - Absorption Costing vs. Variable Costing Profitabilitas Faktor - Penyerapan Biaya Variabel Costing vs

Using absorption versus variable costing for the finished product will have different effects on gross profit as reported on the income statement . Menggunakan penyerapan versus biaya variabel untuk produk jadi akan memiliki efek yang berbeda pada laba kotor yang dilaporkan pada laporan laba rugi . Since fixed expenses aren't figured into the cost of goods with the variable method, the inventory value will be less than using the absorption method. Karena biaya tetap tidak membayangkan ke biaya barang dengan metode variabel, nilai persediaan akan kurang dari menggunakan metode penyerapan. Since the inventory value is less, a higher gross profit will be realized when the products are sold using the variable costing method. Karena nilai persediaan kurang, laba kotor yang lebih tinggi akan terealisasi pada saat produk dijual dengan menggunakan metode biaya variabel.

pada Suite101

Learn how to use absorption costing to determine the actual cost of manufacturing the final product. Pelajari cara menggunakan penyerapan biaya untuk menentukan biaya sebenarnya dari manufaktur produk akhir. Apply breakeven analysis to the absorption costing method. Terapkan analisis impas untuk biaya penyerapan metode.
Variable costing may not be acceptable for external reporting of the income statement for income tax purposes. Variabel biaya mungkin tidak diterima untuk pelaporan eksternal laporan laba rugi untuk tujuan pajak penghasilan. A CPA or tax professional should be consulted before implementing the variable costing method. Sebuah BPA atau profesional pajak seharusnya berkonsultasi sebelum menerapkan metode biaya variabel. Inventory costing methods will also have an affect on asset valuation as reported on the balance sheet . Metode penentuan biaya perolehan persediaan juga akan berdampak pada penilaian aset seperti yang dilaporkan di neraca .

Pengantar Overhead Manufaktur

In the world of manufacturing–as competition becomes more intense and customers demand more services–it is important that management not only control its overhead but also understand how it is assigned to products and ultimately reported on the company's financial statements. Dalam dunia manufaktur-sebagai persaingan semakin ketat dan pelanggan lebih banyak permintaan layanan-adalah penting bahwa manajemen tidak hanya kontrol biaya overhead, tetapi juga memahami bagaimana ia ditugaskan ke produk akhirnya dilaporkan pada laporan keuangan perusahaan. We view overhead as two types of costs and define them as follows: Kami melihat overhead sebagai dua jenis biaya dan mendefinisikan mereka sebagai berikut:
1.      Manufacturing overhead (also referred to as factory overhead, factory burden, and manufacturing support costs) refers to indirect factory-related costs that are incurred when a product is manufactured. Pabrikasi (juga disebut sebagai overhead pabrik, beban pabrik, dan biaya dukungan manufaktur) mengacu pada biaya pabrik yang berhubungan tidak langsung yang terjadi ketika suatu produk diproduksi. Along with costs such as direct material and direct labor, the cost of manufacturing overhead must be assigned to each unit produced so that Inventory and Cost of Goods Sold are valued and reported according to generally accepted accounting principles (GAAP) . Seiring dengan biaya seperti bahan langsung dan tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik harus ditugaskan ke setiap unit yang diproduksi sehingga Inventarisasi dan Harga Pokok Penjualan dinilai dan dilaporkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) .

Manufacturing overhead includes such things as the electricity used to operate the factory equipment, depreciation on the factory equipment and building, factory supplies and factory personnel (other than direct labor). Pabrikasi mencakup hal-hal seperti listrik digunakan untuk mengoperasikan peralatan pabrik, penyusutan pada peralatan pabrik dan bangunan, bahan pembantu dan personil pabrik (selain tenaga kerja langsung). How these costs are assigned to products has an impact on the measurement of an individual product's profitability. Bagaimana biaya-biaya tersebut ditugaskan untuk produk berdampak pada pengukuran profitabilitas produk individu.

2.      Nonmanufacturing costs (sometimes referred to as “administrative overhead”) represent a manufacturer's expenses that occur apart from the actual manufacturing function. biaya Nonmanufacturing (kadang-kadang disebut sebagai "overhead administratif") merupakan produsen yang terjadi biaya terpisah dari fungsi manufaktur yang sebenarnya. In accounting and financial terminology, the nonmanufacturing costs include Selling, General and Administrative (SG&A) expenses, and Interest Expense . Dalam akuntansi dan keuangan terminologi biaya nonmanufacturing meliputi Penjualan, Umum dan Administrasi (SG & A) Biaya, dan Beban Bunga . Since accounting principles do not consider these expenses as product costs, they are not assigned to inventory or to the cost of goods sold. Karena prinsip akuntansi yang tidak menganggap biaya ini sebagai biaya produk, mereka tidak ditugaskan untuk persediaan atau biaya pokok penjualan. Instead, nonmanufacturing costs are simply reported as expenses on the income statement at the time they are incurred . Sebaliknya, biaya nonmanufacturing hanya dilaporkan sebagai beban pada laporan laba rugi pada saat mereka terjadi .

Nonmanufacturing costs include activities associated with the Selling and General Administrative functions. biaya Nonmanufacturing mencakup kegiatan-kegiatan yang terkait dengan penjualan dan Administrasi Umum fungsi. Examples include the compensation of nonmanufacturing personnel; occupancy expenses for nonmanufacturing facilities (rent, light, heat, property taxes, maintenance, etc.); depreciation of nonmanufacturing equipment; expenses for automobiles and trucks used to sell and deliver products; and interest expenses. Contohnya termasuk kompensasi nonmanufacturing personil, biaya fasilitas hunian untuk nonmanufacturing (sewa, cahaya, panas, pajak properti, pemeliharaan, dll); penyusutan nonmanufacturing peralatan, biaya untuk mobil dan truk yang digunakan untuk menjual dan memberikan produk, dan beban bunga. (Note that factory administration expenses are considered part of manufacturing overhead.) (Perhatikan bahwa biaya administrasi pabrik dianggap sebagai bagian dari beban pabrikasi.)

Although nonmanufacturing costs are not assigned to products for purposes of reporting inventory and the cost of goods sold on a company's financial statements, they should always be considered as part of the total cost of providing a specific product to a specific customer. Meskipun biaya nonmanufacturing tidak ditugaskan untuk produk-produk untuk tujuan pelaporan persediaan dan biaya pokok penjualan pada laporan keuangan perusahaan, mereka selalu harus dianggap sebagai bagian dari total biaya menyediakan produk khusus untuk pelanggan tertentu. For a product to be profitable, its selling price must be greater than the sum of the product cost (direct material, direct labor, and manufacturing overhead) plus the nonmanufacturing costs and expenses. Untuk produk yang akan menguntungkan, harga jual harus lebih besar daripada jumlah biaya produk (bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead manufaktur) ditambah biaya nonmanufacturing dan biaya.
For a further discussion of nonmanufacturing costs, click Nonmanufacturing Overhead Costs . Untuk diskusi lebih lanjut nonmanufacturing biaya, klik Nonmanufacturing Biaya Overhead .



Manufacturing Overhead Costs Manufaktur Biaya Overhead

On financial statements, each product must include the costs of the following: Pada laporan keuangan, setiap produk harus mencakup biaya berikut:
  1. Direct material Bahan langsung
  2. Direct labor Upah buruh langsung
  3. Manufacturing (or factory) overhead Manufaktur (atau pabrik) overhead
According to generally accepted accounting principles (GAAP), manufacturing overhead must be included in the cost of Work in Process Inventory and Finished Goods Inventory on a manufacturer's balance sheet, as well as in the Cost of Goods Sold on its income statement. Menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP), manufaktur overhead harus disertakan dalam biaya Persediaan Barang dalam Proses dan Persediaan Barang Jadi pada itu neraca produsen, serta dalam Beban Pokok Penjualan pada laporan laba rugi perusahaan.

As their names indicate, direct material and direct labor costs are directly traceable to the products being manufactured. Sebagai nama mereka menunjukkan, bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung secara langsung dapat dilacak dengan produk yang sedang dibuat. Manufacturing overhead, however, consists of indirect factory-related costs and as such must be divided up and allocated to each unit produced. Manufaktur overhead Namun, terdiri dari biaya pabrik yang berhubungan langsung dan dengan demikian harus dibagi dan dialokasikan ke setiap unit yang diproduksi. For example, the property tax on a factory building is part of manufacturing overhead. Sebagai contoh, pajak properti pada bangunan pabrik merupakan bagian dari beban pabrikasi. Although the property tax covers an entire year and appears as one large amount on just one tax bill, GAAP requires that a portion of this amount be allocated or assigned to each product manufactured during that year. Meskipun pajak properti meliputi seluruh tahun dan muncul sebagai salah satu jumlah besar hanya pada satu tagihan pajak, PSAK mengharuskan bahwa sebagian dari jumlah ini dialokasikan atau ditempatkan ke setiap produk yang diproduksi selama tahun itu.

Some of the costs that would typically be included in manufacturing overhead include: Beberapa biaya yang biasanya akan disertakan dalam manufaktur termasuk overhead:
1.      Material handlers (forklift operators who move materials and units). Material handlers (forklift operator yang bergerak baku dan unit).
2.      People who set up the manufacturing equipment to the required specifications. Orang-orang yang mendirikan peralatan pabrik sesuai spesifikasi yang disyaratkan.
3.      People who inspect products as they are being produced. Orang yang memeriksa produk seperti yang sedang diproduksi.
4.      People who perform maintenance on the equipment. Orang-orang yang melakukan pemeliharaan pada peralatan tersebut.
5.      People who clean the manufacturing area. Orang-orang yang membersihkan daerah manufaktur.
6.      People who perform record keeping for the manufacturing processes. Orang-orang yang melakukan pencatatan untuk proses manufaktur.
7.      Factory management team. Pabrik manajemen tim.
( Note : For the seven items above, the company will incur costs for salaries, wages, Social Security and Medicare taxes, unemployment compensation tax, worker compensation insurance, health insurance, holiday pay, vacation pay, sick pay, pension or retirement plan, seminars and training, and perhaps more.) (Catatan: Untuk tujuh butir di atas, perusahaan akan dikenakan biaya untuk gaji, upah, pajak Jaminan Sosial dan Medicare, pengangguran pajak kompensasi, asuransi kompensasi pekerja, asuransi kesehatan, membayar hari libur, membayar liburan, membayar sakit, pensiun atau program pensiun, seminar dan pelatihan, dan mungkin lebih.)
8.      Electricity, natural gas, water, and sewer for operating the manufacturing facilities and equipment. Listrik, gas alam, air, dan penjahit untuk pengoperasian fasilitas produksi dan peralatan.
9.      Computer and communication systems for the manufacturing function. Komputer dan sistem komunikasi untuk fungsi manufaktur.
10.  Repair parts for the manufacturing equipment and facilities. Perbaikan suku cadang untuk peralatan pabrik dan fasilitas.
11.  Supplies for operating the manufacturing process. Persediaan untuk operasi proses manufaktur.
12.  Depreciation on the manufacturing equipment and facilities. Penyusutan pada peralatan pabrik dan fasilitas.
13.  Insurance and property taxes on the manufacturing equipment and facilities. Asuransi dan pajak properti pada peralatan pabrik dan fasilitas.
14.  Safety and environmental costs. Keselamatan dan biaya lingkungan.
Note that all of the items in the list above pertain to the manufacturing function of the business. Perhatikan bahwa semua item dalam daftar di atas berhubungan dengan fungsi produksi bisnis. Since the costs and expenses relating to a company's administrative, selling, and financing functions are not considered to be part of manufacturing overhead, they are not reported as part of the final product cost on financial statements. Karena biaya dan biaya yang berkaitan dengan administrasi perusahaan, penjualan, dan fungsi pembiayaan tidak dianggap sebagai bagian dari beban pabrikasi, mereka tidak dilaporkan sebagai bagian dari biaya produk akhir terhadap laporan keuangan. Rather, nonmanufacturing expenses are reported separately (as SG&A and interest expense) on the income statement during the accounting period in which they are incurred. Sebaliknya, biaya nonmanufacturing dilaporkan secara terpisah (seperti SG & A dan beban bunga) pada laporan laba rugi selama periode akuntansi pada saat terjadinya.
1.  Pendahuluan
      Pembiayaan merupakan salah satu fungsi perusahaan yang penting bagi keberhasilan usaha suatu perusahaan.  Fungsi ini penting karena fungsi inilah yang melakukan usaha untuk mendapatkan dana untuk usahanya. Dana bisa diperoleh baik melalui pembiayaan dari dalam perusahaan (internal financing) maupun pembiayaan dari luar perusahaan (external financing).  Sumber pembiayaan modal internal adalah pemanfaatan laba yang ditahan (retained earnings) sedangkan sumber pembiayaan eksternal diperoleh perusahaan dengan melakukan pinjaman kepada pihak lain atau menjual sahamnya kepada masyarakat (go public) di pasar modal.
      Investor yang melakukan investasi dengan membeli saham perusahaan tentunya mengharapkan return atas investasi mereka yang dapat berupa capital gain dan dividen. Laba (income) sering dinyatakan sebagai indikasi kemampuan perusahaan membayar dividen. Tingkat pembayaran dividen perusahaan bervariasi tergantung kebijaksanaan perusahaan.  Para pemegang saham tentu berharap mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar tetapi perusahaan mempunyai pertimbangan yang logis karena perusahaan harus memikirkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. 
Perusahaan didalam operasi normalnya terkadang mempunyai laba yang besar dalam kegiatan bisnisnya selama setahun tetapi, laba tersebut tidak mencerminkan jumlah kas atau likuiditas perusahaan yang sebenarnya. Hal ini disebabkan pendapatan maupun penjualan tidak selamanya diterima berupa kas tetapi masih berupa piutang. Bagi perusahaan, informasi yang terkandung dalam dividend payout ratio (DPR) digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan jumlah pembagian dividen. Bagi para pemegang saham, akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi, yaitu apakah akan menanamkan dananya atau tidak pada suatu perusahaan. Beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2005-2007 memberikan dividen dengan jumlah yang berbeda-beda setiap tahunnya.  Fenomena yang terjadi adalah adakalanya saat laba yang diperoleh perusahaan menurun, dividen yang diberikan perusahaan justru lebih besar dari tahun sebelumnya.  Berdasarkan fenomena tersebut laba yang dihasilkan bukanlah satu-satunya faktor yang dipertimbangkan pihak manajemen dalam menetapkan besarnya DPR.  Ada banyak faktor  yang mempengaruhi kebijakan deviden suatu perusahaan.
      Lukas Setia Atmaja (1994:359) menyatakan bahwa perusahaan membayar dividen tunai dengan kas, maka perusahaan harus memiliki kas tersedia. Hermi (2004) menyatakan bahwa untuk membayar dividen suatu perusahaan harus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi laba untuk dividen atau untuk laba ditahan.  Ada faktor utama yang harus dipertimbangkan, misalnya ketersediaan kas, karena walaupun perusahaan memperoleh laba namun jika uang kas tidak mencukupi maka ada kemungkinan perusahaan memilih menahan laba tersebut untuk diinvestasikan kembali bukan diberikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. 
      Dari pernyataan-pernyataan diatas, penulis menyimpulkan bahwa dalam menetapkan kebijakan dividen, manajemen tentu  sangat memperhatikan laba bersih yang dihasilkan perusahaan dan kas yang tersedia di perusahaan.  Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah kegiatan operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendapatan.
       Peneliti ingin mengetahui informasi manakah yang lebih akurat antara laba bersih dan arus kas operasi lebih mempengaruhi perusahaan dalam menentukan ratio pembayaran dividen (DPR).  Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas Operasi Terhadap Kebijakan Dividen  Pada Perusahaan Manufaktur yang Go-Publik”.


2.2 Teori Kebijakan Deviden
     
       Beberapa teori yang relevan dalam kebijakan deviden adalah smoothing theory, clientele effect theory, tax preference theory, dividend  irrelevance theory, bird in the hand theory, residual theory of dividens, teori signal atau isi informasi dividen (information content of dividend).
1)  Smoothing Theory
      Teori ini dikembangkan oleh Lintner.  Teori ini mengatakan bahwa jumlah dividen bergantung akan keuntungan perusahaan sekarang dan dividen tahun sebelumnya.
2)  Clientele Effect Theory
      Teori ini diungkapkan oleh Black and Scholes.  Teori mengatakan bahwa kelompok (clientele) pemegang saham yang berbeda akan memiliki preferensi yang berbeda terhadap kebijaksanaan dividen perusahaan.  Sebagai contoh, kelompok investor dengan tingkat pajak yang tinggi akan menghindari dividen, karena dividen mempunyai tingkat pajak yang lebih tinggi dibandingkan dengan capital gain.   Menurut teori ini dividen tertentu akan menarik segmen tertentu kemudian tugas perusahaan (manajemen keuangan) adalah melayani segmen tersebut.  Kebijakan dividen yang berubah-ubah akan mengacaukan efek klien tersebut, menyebabkan harga saham berubah.
3)  Tax preference theory
      Menurut teori ini, investor tidak terlalu menyukai dividen karena dividen tidaklah tax deductible. Teori ini merujuk kepada pengenaan pajak yang diberlakukan bagi setiap investor yang mendapat capital gain atau dividen. Pada umumnya besarnya pajak yang diberlakukan berbeda, dimana pajak untuk dividen lebih besar dibandingkan pajak untuk capital gain. Selain itu, pajak atas capital gain baru dapat dibayar jika capital gain telah direalisasi. Dengan demikian, apabila investor tidak segera merealisasikan capital gain-nya, berarti investor menunda pembayaran pajaknya. Sudah tentu present value (PV) pembayaran pajaknya akan turun. Dengan dua alasan ini (pajak lebih rendah serta dapat ditundakan) maka Litzenberger dan Ramaswarny (1979) menyatakan pandangan negatif dividen bagi value perusahaan.
4)    Dividend  Irrelevance Theory
       Teori ini dikembangkan oleh Miller dan Modigliani dalam papernya Dividend Irrelevance Preposisition.  Paper tersebut menjelaskan bahwa dalam dunia pajak, dan tidak diperhitungkannya biaya transaksi serta dalam kondisi pasar yang sempurna, maka kebijakan dividen tidak akan memberikan pengaruh apapun pada harga pasar saham tersebut.  Menurut MM kebijakan dividen sebenarnya tidak relevan untuk dipersoalkan.


5)   Bird inTthe Hand Theory
      Teori ini mengatakan pembayaran dividen mengurangi ketidakpastian karena dividen diterima saat ini, sedangkan capital gain diterima di masa mendatang.  Gordon mengemukakan bird in the hand theory yang mengatakan bahwa dengan mendapatkan dividen (a bird in the hand) adalah lebih baik daripada saldo laba (a bird in the bush) karena pada akhirnya saldo laba tersebut mungkin tidak akan pernah terwujud sebagai dividen di masa depan (it can fly away).
6)    Residual Theory Of Dividens
      Menurut teori dividen residual, dividen ditentukan dengan cara: a) mempertimbangkan kesempatan investasi perusahaan, b) mempertimbangkan target struktur modal perusahaan untuk menentukan besarnya modal sendiri yang dibutuhkan untuk investasi, c) memanfaatkan laba ditahan untuk memenuhi kebutuhan akan modal sendiri tersebut semaksimal mungkin dan, d) membayar dividen hanya jika ada sisa laba.
      Kebijakan dividen residual dengan demikian membayarkan dividen hanya jika ada sisa kas setelah perusahaan mendanai semua usulan investasi yang mempunyai NPV (Net Present Value) positif.
7)  Teori Signal atau Isi Informasi Dividen (Information Content Of Dividend)
      Ada kecenderungan harga saham akan naik jika ada pengumuman kenaikan dividen, dan harga saham akan turun jika ada pengumuman penurunan dividen.  Ada argumen lain yang lebih masuk akal.  Dividen itu sendiri tidak menyebabkan kenaikan (penurunan) harga, tetapi prospek perusahaan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya (menurunnya) dividen yang dibayarkan, yang menyebabkan perubahan saham.  Teori tersebut kemudian dikenal sebagai teori signal atau isi informasi dividen.  Menurut teori ini, dividen mempunyai kandungan informasi, yaitu prospek perusahaan di masa mendatang.
8)  Agency Theory
      Menurut teori ini konflik terjadi pihak-pihak yang berkaitan di perusahhan.  Sebagai contoh, manajer disewa oleh pemegang saham untuk menjalankan perusahaan agar tujuan pemegang saham bisa tercapai., tetapi manajer bisa saja mempunyai agenda tersendiri yang tidak selalu konsisten dengn tujuan pemegang saham, misalnya perusahaan mempunyai kelebihan kas dengan NPV positif (free cash flow), yang didefenisikan sebagai kelebihan kas setelah semua investasi dengan NPV positif didanai).  Kas tersebut akan lebih baik jika dibagikan ke pemegang saham, dan pemegang saham akan memanfaatkan kas tersebut dengan cara mererka tersendiiri.  
      Selain itu digunakan juga teori keuangan.  Teori keuangan akan menjelaskan bagian yang akan dibagikan oleh perusahaan sebagai dividen bagi para pemegang saham.
9)  Teori Keuangan
      Menurut teori keuangan, dividen (atau investasi kembali) tidak sama dengan laba setelah pajak.  Dalam teori keuangan, jumlah dana yang bisa dibagikan sebagai dividen bisa dinyatakan sebagai berikut:
D = E + Penyusutan – Investasi pada A.T – Penambahan M.K
Keterangan:
D    = Dividen,
E     = Earning After Tax (Laba Setelah Pajak),
A.T = Aktiva Tetap,
M.K = Modal kerja.
      Persamaan tersebut menunjukkan bahwa dana yang bisa dibagikan sebagai dividen merupakan kelebihan dana yang diperoleh dari operasi perusahaan (yaitu E + penyusutan) diatas keperluan investasi untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang (yaitu investasi aktiva tetap dan modal kerja).  Hanya saja, untuk menyederhanakan analisis sering diasumsikan bahwa investasi pada aktiva tetap akan diambilkan dari dana penyusutan, dan modal kerja dianggap tidak berubah (sehingga tidak perlu menambah modal kerja).  Apabila asumsi ini dipergunakan, maka bisa dimengerti kalau besarnya dividen ditentukan oleh laba setelah pajak (E) dan maksimal dividen yang bisa dibagikan adalah sama dengan E.   Itulah mengapa EAT digunakan sebagai ukuran jumlah maksimal dana yang dibagikan sebagai dividen.
     
2.3 Laba Bersih
     
      Earning merupakan suatu ukuran berapa besar harta yang masuk (pendapatan dan keuntungan) melebihi harta yang keluar (beban dan kerugian). Pengertian laba bersih menurut kamus akuntansi cetakan kedua oleh abdullah (1993:289):
Laba bersih adalah kelebihan seluruh pendapatan atas seluruh biaya untuk suatu periode tertentu setelah dikurangi pajak penghasilan yang disajikan dalam laporan laba rugi.  Para akuntan menggunakan istilah “net income” untuk menyatakan kelebihan pendapatan atas biaya dan istilah “net loss” untuk menyatakan kelebihan biaya atas pendapatan.
     
2.4 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
           
      Stice, stice, dan Skousen (2004: 320) menjelaskan berbagai aktivitas yang termasuk dalam aktivitas operasi adalah sebagai berikut:

Kas Dierima dari:
Kas dikeluarkan untuk:
1. penjualan barang atau jasa,
1. pembelian persediaan,
2. penjualan efek yang diperdagangkan,
2. gaji dan upah,
3. pendapatan bunga,
3. pajak,
4. pendapatan dividen.
4. beban bunga,

5. beban lainnya,

6. pembelian efek.

      Dalam PSAK No. 2 paragraf 12 (IAI : 2002) dinyatakan bahwa jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pandanaan dari luar.  Informasi mengenai unsur tertentu arus kas historis bersama dengan informasi lain, berguna dalam memprediksi arus kas operasi masa depan.