PEMASARAN DALAM ABAD KE 21
Sebuah buku baru-baru ini Radical Marketing memuji perusahaan seperti Harley Davidson, Virgin Atlantic Airways, dan Boston Beer karena berhasil merombak semua aturan pemasaran. Bukannya meminta pihak lain untuk melaksanakan riset pemasaran yang mahal, mengeluarkan sejumlah besar uang untuk iklan massal, dan mengoperasikan departemen pemasaran yang besar, perusahaan tersebut memanfaatkan sepenuhnya sumber daya mereka yang terbatas, berdampingan dengan pelanggannya, dan menciptakan solusi yang memuaskan bagi kebutuhan pelanggannya.
Kita dapat membedakan tiga tahap yang mungkin dilewati oleh praktek pemasaran:
Sebuah buku baru-baru ini Radical Marketing memuji perusahaan seperti Harley Davidson, Virgin Atlantic Airways, dan Boston Beer karena berhasil merombak semua aturan pemasaran. Bukannya meminta pihak lain untuk melaksanakan riset pemasaran yang mahal, mengeluarkan sejumlah besar uang untuk iklan massal, dan mengoperasikan departemen pemasaran yang besar, perusahaan tersebut memanfaatkan sepenuhnya sumber daya mereka yang terbatas, berdampingan dengan pelanggannya, dan menciptakan solusi yang memuaskan bagi kebutuhan pelanggannya.
Kita dapat membedakan tiga tahap yang mungkin dilewati oleh praktek pemasaran:
1. Pemasaran Enterpreneural, kebanyakan perusahaan dimulai oleh individu- individu yang hidup dengan kebijaksanaan mereka. Mereka memvisualisasikan sebuah peluang dan mengetuk setiap pintu untuk mendapatkan perhatian. Adalah seorang Jim Koch, pendiri Boston Beer dengan birnya yang bermerk Samuel Adams mendatangi setiap bar untuk membujuk agar bar itu mau memasukkan Samuel Adams ke dalam daftar menu mereka. Pemasaran langsung ini dilakukan selama 10 tahun, karena ia tidak memiliki anggaran periklanan. Sekarang ia sudah menjadi leader di bisnis ini.
2. Pemasaran yang terumuskan, ketika perusahaan kecil mencapai kesuksesan, mereka tidak bisa tidak harus beralih ke arah pemasaran yang lebih terumus. Boston Beer baru-baru ini mengeluarkan uang sebesar $15 juta untuk belanja iklannya. Perusahaan itu juga mempekerjakan 175 tenaga penjual dan memiliki sebuah departemen pemasaran yang biasa melakukan riset pemasaran.
3. Pemasaran Interpreneurial, banyak perusahaan besar yang terjebak dalam pemasaran yang terumuskan. Perusahaan-perusahaan itu tidak lagi mempunyai kreativitas dan kegairahan seperti lazim dimiliki oleh para pemasar gerilya tahap pertama atau tahap enterpreneural.
LINGKUP PEMASARAN
Pemasaran umumnya dipandang sebagai tugas untuk menciptakan, memperkenalkan, dan menyerahkan barang dan jasa kepada konsumen. Sesungguhnya, pemasar melakukan pemasaran dari 10 jenis wujud yang berbeda: barang, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan gagasan.
Barang
Barang-barang fisik merupakan bagian yang terbesar dari produksi dan usaha pemasaran kebanyakan negara. Dinegara-negara berkembang barang-barang terutama bahan makanan, komoditas, pakaian, dan perumahan merupakan bagian yang paling penting dalam keberhasilan ekonomi.
Barang-barang fisik merupakan bagian yang terbesar dari produksi dan usaha pemasaran kebanyakan negara. Dinegara-negara berkembang barang-barang terutama bahan makanan, komoditas, pakaian, dan perumahan merupakan bagian yang paling penting dalam keberhasilan ekonomi.
Jasa
Ketika perekonomian semakin maju, semakin meningkat proporsi kegiatan mereka yang difokuskan pada produksi jasa. Jasa mencakup hasil kerja penyewaan mobil, psikiater tenaga profesional yang bekerja dalam sebuah perusahaan.
Ketika perekonomian semakin maju, semakin meningkat proporsi kegiatan mereka yang difokuskan pada produksi jasa. Jasa mencakup hasil kerja penyewaan mobil, psikiater tenaga profesional yang bekerja dalam sebuah perusahaan.
Pengalaman
Dengan merangkai-rangkaikan beberapa jasa dan barang, seseorang dapat menciptakan, mempergelarkan dan memasarkan pengalaman. Walt Disney World’s Magic Kingdom adalah suatu pengalaman, yaitu pengalaman untuk mengunjungi kerajaan dongeng, kapal bajak laut, atau rumah hantu.
Dengan merangkai-rangkaikan beberapa jasa dan barang, seseorang dapat menciptakan, mempergelarkan dan memasarkan pengalaman. Walt Disney World’s Magic Kingdom adalah suatu pengalaman, yaitu pengalaman untuk mengunjungi kerajaan dongeng, kapal bajak laut, atau rumah hantu.
Perisitiwa
Pemasar mempromosikan peristiwa-peristiwa yang terkait dengan waktu sejarah, seperti olimpiade, peristiwa olahraga, pementasan seni dan lain-lain
Pemasar mempromosikan peristiwa-peristiwa yang terkait dengan waktu sejarah, seperti olimpiade, peristiwa olahraga, pementasan seni dan lain-lain
Orang
Pemasaran selebriti telah menjadi bisnis penting. Bertahun-tahun yang lalu, seseorang yang mencari popularitas akan menyewa agen pers untuk memuat riwayatnya disurat kabar dan majalah.
Tempat
Tempat seperti kota, negara bagian, dan bangsa secara keseluruhan bersaing secara aktif untuk menarik para turis. Para pemasar tempat mencakup para spesialis pengembangan ekonomi, agen real estate, bank-bank komersial, asosiasi bisnis setempat, dan agen-agen kehumasan dan periklanan.
Properti
Properti adalah hak kepemilikan tak berwujud baik itu berupa benda nyata (real estate) atau finansial (saham dan obligasi). Properti itu diperjualbelikan, dan itu menyebabkan timbulnya upaya pemasaran.
Organisasi
Organisasi secara aktif bekerja untuk membangun citra yang kuat dan menyenangkan pikiran masyarakat publik mereka. Kita melihat iklan identitas badan usaha yang ditayangkan oleh perusahaan-per usahaan untuk mendapatkan lebih banyak pengakuan publik.
Informasi
Informasi dapat diproduksi dan dipasarkan sebagai sebuah produk. pada hakikatnya, informasi merupakan suatu yang diproduksi dan didistribusikan oleh sekolah dan universitas dengan harga tertentu kepada mahasiswa, orang tua dan masyarakat.
Gagasan
Setiap penawaran pasar mencakup inti dari suatu gagasan dasar. Charley Revlon dari Revlon mengamati: “di pabrik kami membuat kosmetik; di toko kami menjual harapan”.
PERLUASAN PANDANGAN MENGENAI TUGAS PEMASARAN
Para pemasar diberi keterampilan untuk merangsang permintaan akan produk-produk dari sebuah perusahaan. Akan tetapi, hal itu hanya merupakan pandangan yang terlalu sempit terhadap tugas yang dilakukan oleh seorang pemasar. Para manajer pemasaran berusaha untuk mempengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk mencapai sasaran organisasi.
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL PEMASAR
Manajer pemasaran menghadapi keputusan-keputusan besar, mulai dari keputusan utama seperti ciri-ciri produk apa yang harus dirancang menjadi suatu produk baru, berapa banyak tenaga penjual yang harus dipekerjakan, atau berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk periklanan sampai kepada keputusan-keputusan kecil. Perhatikan empat pasar berikut:
Pasar Konsumen
Perusahaan yang menjual barang dan jasa konsumen massa menghabiskan sejumlah besar waktu mereka untuk mencoba membangun suatu citra merek yang unggul. Pembangunan citra itu menuntut didapatkannya suatu pengertian yang jelas tentang konsumen sasaran mereka, dan mengkomunikasikan positioning mereka secara gencar dan kreatif. Pemasar konsumen memutuskan tentang ciri, tingkat mutu, cakupan distribusi, dan pengeluaran biaya promosi yang akan membantu mereka mencapai posisi nomor satu atau nomor dua dipasar sasaran.
Pasar Bisnis
Perusahaan yang menjual barang dan jasa bisnis menghadapi para pembeli profesional yang terlatih dan terinformasi dengan baik dan yang terampil dalam menilai penawaran yang bersaing. Pemasar bisnis harus memperlihatkan bagaimana produk mereka akan membantu konsumen bisnisnya mencapai sasaran laba mereka. Periklanan cukup memegang peranan, tetapi peran yang lebih besar tetap dipegang oleh tenaga penjual, harga dan reputasi perusahaan dalam hal keandalan dan mutu.
Pasar Global
Perusahaan yang menjual barang dan jasa mereka dipasar global menghadapi keputusan dan tantangan tambahan. Mereka harus memutuskan negara mana yang harus dimasuki, bagaimana memasuki masing-masing negara, bagaimana menyesuaikan fitur produk dan jasa mereka ke masing-masing negara, bagaimana cara menetapkan harga produk mereka, dan bagaimana mengadaptasikan komunikasi mereka agar sesuai dengan praktek-praktek budaya masing-masing negara.
Pasar Nirlaba dan Pasar Pemerintah
Perusahaan yang menjual barang dan jasa kepada organisasi nirlaba perlu menetapkan harga secara hati-hati karena organisasi-organisasi ini memiliki kekuatan membeli yang terbatas.
Perusahaan yang menjual barang dan jasa konsumen massa menghabiskan sejumlah besar waktu mereka untuk mencoba membangun suatu citra merek yang unggul. Pembangunan citra itu menuntut didapatkannya suatu pengertian yang jelas tentang konsumen sasaran mereka, dan mengkomunikasikan positioning mereka secara gencar dan kreatif. Pemasar konsumen memutuskan tentang ciri, tingkat mutu, cakupan distribusi, dan pengeluaran biaya promosi yang akan membantu mereka mencapai posisi nomor satu atau nomor dua dipasar sasaran.
Pasar Bisnis
Perusahaan yang menjual barang dan jasa bisnis menghadapi para pembeli profesional yang terlatih dan terinformasi dengan baik dan yang terampil dalam menilai penawaran yang bersaing. Pemasar bisnis harus memperlihatkan bagaimana produk mereka akan membantu konsumen bisnisnya mencapai sasaran laba mereka. Periklanan cukup memegang peranan, tetapi peran yang lebih besar tetap dipegang oleh tenaga penjual, harga dan reputasi perusahaan dalam hal keandalan dan mutu.
Pasar Global
Perusahaan yang menjual barang dan jasa mereka dipasar global menghadapi keputusan dan tantangan tambahan. Mereka harus memutuskan negara mana yang harus dimasuki, bagaimana memasuki masing-masing negara, bagaimana menyesuaikan fitur produk dan jasa mereka ke masing-masing negara, bagaimana cara menetapkan harga produk mereka, dan bagaimana mengadaptasikan komunikasi mereka agar sesuai dengan praktek-praktek budaya masing-masing negara.
Pasar Nirlaba dan Pasar Pemerintah
Perusahaan yang menjual barang dan jasa kepada organisasi nirlaba perlu menetapkan harga secara hati-hati karena organisasi-organisasi ini memiliki kekuatan membeli yang terbatas.
MENDEFINISIKAN PEMASARAN
Definisi pemasaran ada dua yaitu definisi sosial dan definisi manajerial. Definisi sosial menunjukkan peran yang dimainkan oleh pemasaran di masyarakat. Berikut ini definisi sosial dari pemasaran :
Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Untuk definisi manajerial Asosiasi Pemasaran Amerika menawarkan definisi sebagai berikut:
Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.
Kita melihat manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu untuk memilih pasar sasaran serta mendapatkan, menjaga, dan menambah jumlah pelanggan melalui penciptaan, penyerahaan dan pengkomunikasian nilai pelanggan yang unggul.
INTI KONSEP PEMASARAN
Pasar Sasaran dan Segmentasi
Seorang pemasar tidak bisa memuaskan setiap orang di pasar, maka pemasar memulai dengan segmentasi pasar. Mereka mengidentifikasi dan membedakan kelompok-kelompok pembeli yang mungkin lebih menyukai atau memerlukan berbagai produk dan baurang pemasaran.segmen pasar dapat diidentifikasi dengan memeriksa perbedaaan demografis, psikografis, dan perilaku di kalangan para pembeli.
Pemasar dan Prospek
Pemasar adalah seseorang yang mencari tanggapan (perhatian, pembelian, pemberian suara, sumbangan) dari pihak lain yang disebut prospek. Jika dua pihak itu saling berusaha untuk menjual sesuatu kepada pihak lain, kita menyebut keduanya pemasar (marketers).
Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan
Pemasar harus berupaya untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan menggambarkan tuntutan dasar manusia. Orang membutuhkan makanan, minuman dan lain-lain. Kebutuhan-kebutuhan itu menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran-sasaran spesifik yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan. Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang. Permintaan adalah keinginan akan produk-produk spesifik yang didukung oleh kemampuan untuk membayar.
Produk atau Tawaran
Produk adalah setiap tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan. Kita sudah menyebutkan sebelumnya jenis utama tawaran dasar: barang, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan gagasan.
Nilai dan Kepuasan
Produk atau tawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Pembeli memilih di antara beraneka ragam tawaran yang dianggap memberikan nilai yang paling banyak. Kita mendefinisikan nilai sebagai rasio antara apa yang didapatkan dan apa yang diberikan pelanggan.
Pertukaran dan Transaksi
Pertukaran hanyalah salah satu cara yang dapat dipakai seseorang untuk mendapatkan sebuah produk. Orang dapat menghasilkan sendiri produk dan jasa, orang dapat mencuri atau merampok dalam mendapat sebuah produk atau dengan jalan meminta-minta.
Pertukaran yang merupakan konsep inti dari pemasaran mencakup perolehan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Supaya muncul potensi pertukaran, lima persyaratan harus dipenuhi:
1. Sekurang-kurang ada dua pihak
2. masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin bernilai bagi pihak lain.
3. Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan menyerahkan sesuatu.
4. Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pertukaran.
5. Masing-masing pihak yakin bahwa bertransaksi dengan pihak lain merupakan hal yang tepat dan diinginkan.
Hubungan dan Jaringan Kerja
Pemasaran transaksi adalah bagian dari suatu gagasan yang lebih besar yang disebut pemasaran hubungan atau Relationship Marketing. Pemasaran hubungan mempunyai tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama pelanggan, pemasok, distributor dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka. Hasil terakhir dari pemasaran hubungan adalah terbentuknya asset perusahaan yang unik yang disebut dengan jaringan pemasaran. Jaringan pemasaran terdiri dari perusahaan dan pemercaya (stakeholder) pendukung (pelanggan, karyawan, pemasok, distributor, pengecer, agen periklanan, ilmuwan universitas dan lain-lain) yang dengan perusahaan membangun hubungan bisnis timbal balik yang saling menguntungkan.
Saluran Pemasaran
Untuk mencapai pasar sasaran pemasar menggunakan tiga jenis saluran pemasaran. Saluran komunikasi untuk menyerahkan dan menerima pesan dari pembeli sasaran. Saluran distribusi untuk memamerkan atau menyerahkan produk fisik atau jasa kepada pembeli. Kita mengenal ada saluran distribusi fisik dan saluran distribusi jasa. Yang termasuk disitu adalah pergudangan, sarana transportasi, dan berbagai saluran dagang seperti distributor, grosir, dan pengecer. Saluran penjualan untuk mempengaruhi transaksi dengan pembeli potensial, saluran penjualan mencakup tidak hanya distributor dan pengecer melainkan juga bank-bank dan perusahaan asuransi yang memudahkan transaksi.
Rantai Pasokan
Sementara saluran pemasaran menghubungkan pemasar dengan pembeli sasaran, rantai pasokan menggambarkan suatu saluran yang lebih panjang yang terentang dari bahan mentah, komponen-komponen, hingga produk-produk final yang disampaikan kepada pembeli final. Rantai pasokan menggambarkan sistem penyerahan nilai. Setiap perusahaan menangkap hanya persentase tertentu dari nilai total yang dihasilkan oleh rantai pasokan. Bila sebuah perusahaan mengambil alih perusahaan pesaing atau menambah usaha kearah sumber daya atau kearah pelanggan tujuannya adalah merebut persentase yang lebih tinggi dari nilai rantai pemasok.
Persaingan
Persaingan mencakup semua tawaran dari pesaing serta barang pengganti yang aktual dan potensial yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli. Kita dapat memperluas gambaran lebih lanjut dengan membedakan empat level persaingan, berdasarkan tingkat kemampuan produk untuk menggantikan:
1. Persaingan merek sebuah perusahaan memandang perusahaan lain yang menawarkan produk dan jasa serupa dengan harga yang sama sebagai pesaingnya.
2. Persaingan industri sebuah perusahaan memandang semua perusahaan yang menghasilkan produk atau jenis produk yang sama sebagai pesaingnya.
3. Persaingan Bentuk sebuah perusahaan memandang semua perusahaan penghasil produk yang memasok jasa yang sama sebagai pesaingnya.
4. Persaingan Generik sebuah perusahaan melihat semua perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan uang konsumen yang sama sebagai pesaingnya.
Lingkungan Pemasaran
Lingkungan pemasaran itu terdiri dari lingkungan tugas dan lingkungan luas. Lingkungan tugas mencakup aktor-aktor yang terlihat dalam memproduksi, menyalurkan dan mempromosikan tawaran. Lingkungan luas terdiri dari enam komponen: lingkungan demografis, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan hukum politik dan lingkungan sosial budaya.
Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran.
Mc Carthy mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi empat kelompok yang luas yang disebut 4P dalam pemasaran : Produk, Harga, Tempat, Promosi.
Ada lima konsep yang bersaing akan dijadikan pedoman oleh organisasi untuk melakukan kegiatan pemasaran:
1. Konsep Produksi
Konsep produksi adalah salah konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah.
2. Konsep Produk
Menegaskan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan ciri paling bermutu, berkinerja atau inovatif.
3. Konsep Penjualan
Berkeyakinan bahwa para konsumen dan perusahaan bisnis, jika dibiarkan tidak akan secara teratur membeli cukup banyak produk yang ditawarkan oleh organisasi tertentu. Oleh karena itu organisasi tersebut harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep Pemasaran
Menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.
5. Konsep Pemasaran Masyarakat
Konsep pemasaran masyarakt menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan minat dari pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara efektif dan efisien dibandingkan pesaing dengan tetap memelihara atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan konsumen
DASAR PEMASARAN ( Mengumpulkan informasi dan mencari peluang d lingkungan pemasaran )
Posted by: mp120203090107elphi on: May 7, 2010
1.1. Sistem Informasi Pemasaran dan Riset Pemasaran
Informasi pemasaran merupakan elemen kritis dalam pemasaran yang efektif. Hal ini disebabkan kecenderungan yang semakin meningkat dari pemasaran lokal ke skala nasional dan bahkan ke skala internasional. Juga disebabkan oleh transisi dari kebutuhan pembeli ke keinginan pembeli dan transisi dari persaingan harga ke persaingan non harga. Memang semua perusahaan memiliki sistem informasi pemasaran yang menghubungkan dunia luar dengan para eksekutif di dalam perusahaan, namun berbagai sistem itu berbeda dalam hal kerumitan dan kompleksnya. Dalam banyak hal, informasi sering tidak tersedia, atau datang terlambat atau tidak bisa dipercaya kebenarannya. Dan semakin banyak saja perusahaan yang tidak berusaha menyempurnakan sistem informasi pemasarannya.
Sistem informasi pemasaran yang direncanakan dengan matang akan terdiri dari beberapa elemen. Elemen pertama ialah sistem database internal yang menyediakan data terakhir mengenai penjualan, biaya, persediaan, arus kas dan hutang-piutang serta data dari bagian riset dan pengembangan. Selama ini, sudah banyak perusahaan yang mengembangkan sistem pelaporan intern yang mapan dengan dukungan komputer, sehingga informasi yang lebih cepat dan lebih terpadu bisa diperoleh. Perusahaan yang memanfaatkan data riset dan pengembangan dari internal adalah Procter & Gamble (P&G). Dari data riset internal dengan mengolaborasikan data eksternal dapat menghasilkan ide produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Elemen kedua adalah sistem intelijen pemasaran yang menyiapkan bagi eksekutif pemasaran informasi harian mengenai perkembangan dunia pemasaran ekstern. Dalam subsistem ini, tenaga penjual yang terlatih, petugas intelijen khusus, membeli data dari sumber-sumber profesional, dan suatu pusat intelijen akan mampu meningkatkan daya intelijen pemasaran bagi keperluan analisis para eksekutif perusahaan. Unilever dan Procter & Gamble menggunakan intelijen pemasaran dengan baik.
Elemen ketiga adalah riset pemasaran, yang mencakup kegiatan menghimpun informasi yang relevan bagi masalah pemasaran tertentu yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Ada lima langkah dalam proses riset pemasaran, yaitu menetapkan masalah dan tujuan riset; mengembangkan perencanaan riset; mengumpulkan informasi, menganalisis informasi dan kemudian menyajikan penemuan. Sebuah riset pemasaran dapat dikatakan baik apabila melibatkan metode ilmiah, kreativitas, berbagai metodologi, penyusunan model dan pengukuran nilai informasi dari segi biaya dan manfaatnya. Hasil dari riset pemasaran terhadap promosi yang paling disukai menurut AC Nielsen untuk konsumen Indonesia adalah harga diskon (76 %), hadiah langsung (18 %), produk bermerek (4 %), imbalan point (1 %) dan kupon undian (1 %).
Elemen keempat adalah sistem database eksternal yang terdiri dari sejumlah besar informasi yang dapat digunakan dalam membuat keputusan pemasaran yang tersedia dalam bentuk database eksternal. Perusahaan membutuhkan database dari berbagai sumber eksternal, misalnya database pemerintah, database dari perusahaan lain yang menawarkan data pelanggan dan database lainnya. Perusahaan perbankan, pembiayaan, asuransi, hotel, lasing, ritel dengan keanggotaan dan properti dapat dipakai sebagai dasar untuk menyusun strategi loyalitas pelanggan. PT. Pembangunan Jaya Ancol sukses memasarkan Marina Coast dengan harga yang tinggi salah satunya menggunakan database yang lengkap dari para pemilik uang di negeri ini.
1.2. Lingkungan Pemasaran
Lingkungan pemasaran adalah tempat di mana perusahaan harus memulai usahanya dalam mencari berbagai peluang dan memonitor ancaman-ancamannya. Lingkungan pemasaran terdiri dari semua pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan transaksi secara efektif dengan pasar sasaran. Kita dapat menggolongkan menjadi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan.
Lingkungan mikro suatu perusahaan terdiri dari beberapa pelaku dalam lingkungan yang berhubungan dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar pada khususnya yaitu perusahaan itu sendiri, para pemasok, para perantara-pasar, para pelanggan, dan para pesaing, serta masyarakat umum.
Perusahaan itu sendiri terdiri dari beberapa bagian yang memegang peranan. Semuanya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen pemasaran. Pemasok, melalui pengaruh mereka terhadap biaya dan pengadaan bahan yang dibutuhkan juga mempunyai pengaruh terhadap keputusan-keputusan pemasaran. Perusahaan mengubah bahan-bahan yang disediakan menjadi produk dan jasa yang bermanfaat dan mempergunakan para perantara pemasaran (perantara biasa atau pedagang perantara, perusahaan untuk mendistribusi barang-barang produk, agen jasa pemasaran, para perantara keuangan) guna membantu mereka menemukan pembeli dan mengirimkan barang-barang produk itu.
Pasar sasaran itu sendiri mungkin terdiri dari pembeli, produsen, penjual kembali, atau lembaga pemerintah, dalam negeri atau luar negeri. Menurut majalah Marketing Edisi Khusus 2007, konsumen Indonesia mempunyai 10 karakter unik, yaitu berpikir jangka pendek, tidak terencana, suka berkumpul, gagap teknologi, berorientasi pada konteks, suka merek luar negeri, relegius, gengsi, kuat di subkultur dan kurang peduli lingkungan.
Dalam rangka menjalankan tugas pemasarannya, perusahaan menghadapi beberapa tipe pesaing : macam-macam, dan memiliki kepentingan nyata atau minat yang masih terpendam, ayang mempengaruhi kemampuan perusahaan
untuk mencapai tujuannya : yaitu, keuangan, media, pemerintah
umum dan masyarakat di lingkungan perusahaan itu sendiri. Semua pelaku ini membentuk lingkungan mikro perusahaan.
Lingkungan makro perusahaan terdiri dari enam kekuatan utama yang berpengaruh terhadap perusahaan : demografis, fisik, teknologis, politik/hukum, dan sosial/budaya. Lingkungan demografis menunjukkan bahwa penduduk Indonesia sekitar 220 juta, 80 % lebih beragama Islam, maka konsumen terbesar di Indonesia beragama Islam. Konsumen yang beragama Islam, pada umumnya sangat sensitif terhadap yang dilarang agama, misalnya makanan yang mengandung babi, maka akan mempunyai masalah di Indonesia. Kasus yang pernah terjadi pada produk Ajinomoto dan Dancow, meskipun akhirnya dapat diterima kembali oleh konsumen. Riset dari Frontier pada 2001, menyatakan bahwa 57,9 % konsumen selalu memperhatikan label halal. Perkembangan perbankan syariah juga cukup menjanjikan, yang pada 1992 baru ada satu bank, tetapi pada akhir 2005, telah mencapai 3 bank umum syariah, 19 unit usaha syariah dan 596 kantor perbankan syariah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) kelahiran bayi setiap tahun di Indonesia mencapai sekitar 4,3 juta. Pasar bayi cukup besar, tidak saja susu dan makanan, tetapi juga perawatan bayi, perlengkapan bayi, kesehatan bayi, kecerdasan bayi sampai asuransi pendidikan. Menurut majalah Marketing diperkirakan pasarnya mencapai Rp. 28 triliun.
Lingkungan ekonomik menunjukkan pertumbuhan ekonomi rata-rata dari 1999 – 2005 mencapai 4,13 %. Sedangkan pada kwartal II 2006 mencapai 4,96 % dan pada kwartal I 2007 mencapai 5,98 %. pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pola tabungan dan utang, perubahan pola belanja pelanggan. Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan campur tangan pemerintah dalam pengelolaan sumber-sumber daya alam.
Lingkungan teknologis menunjukkan peningkatan kecepatan perubahan teknologis, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian & pengembangan yang tinggi, perhatian yang lebih banyak tertuju pada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologis. Pelanggan seluler di Indonesia meningkat tajam, dari 1997 belum mencapai 1000 pelanggan, pada akhir 2007 diperkirakan 76 juta pelanggan dengan pertumbuhan rata-rata 20 % – 30 %. Menurut Depkoinfo pada 2010 diperkirakan 100 juta pelanggan seluler dan 80,2 juta pengguna internet. Pertumbuhan pengguna internet diperkirakan sekitar 30 %. Teknologi yang memberikan peluang di Indonesia adalah yang mudah digunakan. Nokia sukses, salah satunya karena kemudahan dalam penggunaan.
Lingkungan politik/hukum menunjukkan peningkatan yang berarti dalam jumlah dan macam peraturan yang berkenaan perubahan teknologis, pengawasan yang lebih ketat dari lembaga pemerintah, dan pertumbuhan kelompok-kelompok kepentingan dari masyarakat. Lingkungan sosial/budaya menunjukkan kecenderungan jangka panjang ke arah pemenuhan kepuasaan pribadi, pemuasan langsung hidup santai, hubungan lebih terbuka dan tidak resmi, dan orientasi yang lebih duniawi.
Interaksi antara lingkungan pemasaran dengan sistem pemasaran dan strategi perusahaan itu digambarkan dengan mempergunakan contoh sebuah perusahaan gula-gula terkemuka yang menghasilkan gula-gula berbentuk batangan untuk pasar yang luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar