Jumat, 11 Maret 2011

hEArt


Hati-hati Mengumbar Cinta! Ada Ancaman Allah!
Oleh suplieffendirahim - 8 Oktober 2009 - Dibaca 765 Kali -
Bismillah. Cinta. Semua orang kenal kata ini. Untuk orang di Nusantara ini bahkan orang yang pernah belajar atau  pergi ke nagara-negara di bahasa ini digunakan pasti kenal cinta. Orang tua ada cinta, orang muda apa lagi, orang ndeso, orang kota, orang besar, wong cilik, orang kaya, orang tak kaya, orang cantik, orang kurang tak cantik, orang ganteng, orang tak ganteng semua deh ada cinta. Banyak yang menjadi bahagia karena cinta, ada juga  yang masuk penjara karena cinta, ada yang gila karena cinta dan banyak lagi. Bolehkah kita mengumbar cinta? Sebetulnya tidak boleh. Cinta ada batas. Jangan diumbar. Tulisan ini mengajak kita untuk mengawal cinta melalui ancaman Allah.
Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”  Q>S. Attaubah ayat 24.
Semua kita pasti ada rasa cinta kepada orang-orang di sekitar kita, harta benda, profesi, perdagangan, pangkat, lawan jenis dan sebagainya. Wajar saja. Manusiawi kok. Hanya saja ayat ini secara khusus untuk mengajak kita untuk instrospeksi diri agar lebih “membanyakkan” porsi cinta kepada Allah dan rosulNya serta berjihad di jalan Allah.
Mengapa? Cinta kepada Allah dan rasulNya serta berjihad di jalan Allah akan menjadikan kita tepat dalam penggunaan amanah yang Allah berikan. Kalau kita lebih mencintai Allah dan RasulNya maka kita akan tahu bagaimana kita bersikap kepada orangtua. Kita akan lebih tahu bagaimana hakekat harta, tahta dan lawan jenis. Jika demikian juga kita akan tahu bagaimana pengelolaan waktu kita supaya dalam menghadapi perdagangan, harta dan sebagainya tidak sampai menjadikan kita lupa daratan.
Mencintai Allah, RasulNya dan berjihad di jalan Allah akan menjadikan kita tidak egois, mensyukuri nikmat Tuhan dan peduli kepada sesama. Bukankah manusia lain memerlukan “belaian” tangan kita sehingga mereka juga memeperoleh hidayah taufiq yang menjadikan mereka taat pada Allah dan RasulNya. Karena mereka juga ingin bahagia di dunia dan di akhirat.
Bukankah manusia lain yang terkadang sudah muslim tetapi lalai dalam sholatnya. Bukankah banyak saudara kita hari-hari tengah membangun jalan ke neraka tetapi kita tidak ada waktu untuk mengingatkan dan menegurnya. Bukankah banyak saudara kita sendiri telah lama tidak kenal Allah apalagi mau taat padaNya. Bukankah banyak di antara kita (termasuk penulis) sudah lama perlu dibawa ke dokter cinta karena salah dalam mengumbar cinta. Nah saudaraku, banyak sekali “peer” kita, sehingga kita jangan sampai salah dalam mengumbar cinta.
Ya Allah
Jika aku jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu
Ya Muhaimin
Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku pada apa-apa selainMU agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Muhaimin
Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku pada apa-apa selainMU agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Muhaimin
Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku pada apa-apa selainMU agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu
Ya Rabbana
Jika aku jatuh hatiDan Ya Allah
Aku mohon izinkanlah seseorang itu menjadi teman sejatiku
Ya Allah
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu

Lima Langkah Buka Hati untuk Cinta Baru
Penulis : Yulia Permata Sari
Lima Langkah Buka Hati untuk Cinta Baru
zenhabits.net
MENGUBUR kenangan tentang hubungan cinta lama yang gagal memang bukan pekerjaan gampang. Apalagi jika Anda telah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk membuatnya berjalan sesuai keinginan. Akan tetapi, mengutip salah satu judul lagu milik The Rolling Stone, you can't always get what you want. Sudah tiba waktunya bagi Anda untuk menerima kenyataan pahit itu dan melanjutkan hidup.

Berikut ini sejumlah cara untuk melepaskan diri dari kesedihan masa lalu dan membuka pintu hati untuk sebuah hubungan kasih yang baru.

1. Jangan membanding-bandingkan
Tidak perlu membanding-bandingkan setiap lelaki yang baru Anda kenal dengan mantan kekasih, karena setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Lebih baik, berikan kesempatan untuk lebih saling mengenal karakter masing-masing.

2. Belajar memercayai
Jika Anda sudah merasa cocok dan memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seorang lelaki, hilangkan keraguan dan belajarlan untuk memercayainya sepenuh hati. Jika alasan hancurnya hubungan terdahulu adalah karena Anda dikhianati, hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menaruh rasa curiga terhadap semua orang. Ingat, tidak semua lelaki memiliki sifat buruk seperti mantan kekasih.

3. Menerima perubahan
Kekasih yang baru tidak seromantis mantan kekasih? Atau, dia tidak memanjakan Anda layaknya Anda terbiasa dimanjakan oleh mantan kekasih? Well, seperti yang telah diutarakan pada poin pertama tadi, setiap orang memiliki kekurang dan kelebihan masing-masing. Coba untuk lebih mengerti dan menerima perubahan dalam hubungan baru Anda.

4. Jangan terburu-buru
Rasanya agak aneh jika Anda berjejalin dengan seseorang yang baru dan kemudian menanyakan keseriusannya. Terlalu cepat dan bias jadi Anda akan dianggap menodong. Jangan pernah berpikir bahwa dia tidak ingin bersama Anda jika kemudian dia mengalihkan topik pembicaraan. Dia ingin menikmati suasana baru bersama Anda dan belum siap jika ada sesuatu yang baru dalam hubungan ini.

5. Berubah demi kebaikan
Pernahkah terlintas di pikiran Anda, penyebab hancurnya hubungan cinta di masa lalu barangkali dipicu pula oleh sifat buruk Anda. Tanpa disadari, Anda barangkali sudah bersikap terlalu keras kepala, egois, atau cemburu membabi-buta sehingga mantan kekasih merasa tidak sanggup lagi menghadapinya. Jika mengenali sejumlah tabiat buruk dalam diri Anda, belajarlah untuk mengubahnya demi kelanggengan hubungan dengan kekasih yang baru. (OL-08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar